Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 40 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abu Tholib RA.)

Menkumham: Warga Cina Jangan Berbaur Hanya dengan Warga Keturunan

Print PDF

Ragam & Muhibah - Ragam

Surabaya-RoL--Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM) Andi Mattalatta dilaporkan Antara, meminta agar warga Cina yang telah menerima surat atau status kewarganegaraan agar jangan berbaur hanya dengan status Warga Negara Indonesia (WNI).

"Dengan diterimanya surat kewarganegaraan sebaiknya jangan hanya surat atau status, tapi integrasikan diri dengan lingkungan sehingga yang membaur bukan status-nya tapi orang-nya," katanya di Surabaya, Rabu malam.

Ia mengemukakan hal itu dalam acara penyerahan status kewarganegaraan bagi 139 warga Cina pemukim atau "stateless" (tidak memiliki status kewarganegaraan) di Jatim yang diwakili sembilan orang.

Menurut fungsionaris DPP Golkar itu, untuk berbaur atau integrasi itu perlu adanya saling memberi dan berbagi serta jangan bersikap eksklusif, sebab Tuhan memang menciptakan hamba-Nya secara beragam.

"Negeri kita akan maju dan makmur bila kita anggap Indonesia itu ibarat badan manusia. Ada kepala, mata, telinga, dan kaki yang semuanya melaksanakan fungsi masing-masing untuk menjadi manusia," katanya.

Tangan manusia, katanya, akan menikmati sesuatu dengan seluruh badan, karena apa yang dinikmati tangan bukan hanya dirasakan tangan, tapi juga dinikmati mulut dan apa yang dirasakan mulut juga dirasakan seluruh anggota badan.

"Mulut bisa membedakan panas, dingin, dan sebagainya juga bukan hanya untuk kepentingan dirinya. Kalau kaki terantuk batu, maka yang sakit bukan hanya kaki, tapi seluruh badan manusia. Nah, saya bermimpi Indonesia seperti itu," katanya.

Artinya, katanya, bila orang Indonesia di Surabaya sakit, maka yang sakit bukan hanya orang Indonesia, tapi orang se-Indonesia. Sebaliknya, bila orang Surabaya bisa makan enak, maka seluruh Indonesia juga harus makan enak.

Dalam kesempatan itu, MenkumHAM Andi Mattalatta juga menceritakan peristiwa penyerahan status WNI kepada warga asing yang pernah diberikannya di tempat yang sama, tapi status WNI itu selama ini belum diterima warga "stateless" yang sudah turun-temurun di Indonesia.

"Saat itu, SK WNI yang merupakan implementasi UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan hanya diterima warga asing dari hasil kawin campuran, tapi warga Cina yang sudah lama bermukim di Indonesia justru belum menerimanya. Saya terngiang terus dengan permohonan itu," katanya.

Senada dengan itu, ketua panitia penerimaan SK WNI Yos Soetomo mengatakan SK WNI yang diterima 139 warga "stateless" (tak memiliki status kewarganegaraan) itu merupakan yang pertama kalinya.

"Karena yang selama ini menerima status WNI adalah mereka yang kawin campur, sedangkan yang benar-benar bermukim di Indonesia tapi statusnya tidak jelas itu mulai menerima status terhitung sejak 9 April," katanya.

Didampingi ketua Lawyer Club Tjandra Sridjaja P SH MHum, ia mengatakan pihaknya sebenarnya mengusulkan 329 warga Cina pemukim untuk mendapatkan SK WNI itu, namun hanya 139 warga yang menerimanya karena adanya kesalahan prosedur.

"Maksudnya, mereka seharusnya mengurus ke RT/RW sebagai pemukim di daerah tertentu, kemudian menyerahkan surat dari RT/RW ke Dinas Catatan Sipil untuk akhirnya disodorkan ke walikota/bupati," katanya.

Setelah dari walikota/bupati, katanya, maka walikota/bupati itulah yang mengusulkan ke MenkumHAM. "Tapi, kami terlanjur mengajukan langsung ke MenkumHAM, sehingga proses kembali dari awal. Yang jelas, semuanya tanpa biaya," katanya. pur
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900