Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 24 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

'Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati." HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas'ud.

Berawal dari Teguran, Pesantren Pembinaan Mualaf Pun Berdiri

Print PDF

Ragam & Muhibah - Muhibah

REPUBLIKA.CO.ID, TANGSEL—Jika saja teguran itu tidak datang. Mungkin, masa depan pembinaan mualaf bisa jadi terus saja mengambang. Selama ini, sebagian umat Islam yang berada di Jakarta, atau mungkin seluruh Indonesia sangat terbatas mengetahui lokasi pembinaan mualaf terpadu. Kebanyakan Umat Islam mungkin lebih mengenal Masjid Istiqlal atau Masjid Agung Sunda Kelapa yang memiliki program pembinaan mualaf. Namun, saat ditanya apakah umat Islam tahu ada pesantren yang khusus membina para mualaf. Bisa jadi, jawaban miris akan terdengar ditelinga. Itulah fakta yang terjadi.

Berangkat dari fakta miris itulah, Pesantren Pembinaan Muallaf Annaba’ Center dirikan 4 tahun lalu. Pesantren yang beralamat di Jalan Cenderawasih IV/1, RT 02/RW 03 Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten lahir dari kondisi geliat dakwah yang kurang dibarengi dengan pembenahan menyeluruh kelompok umat Islam. Muallaf yang seharusnya dirangkul dan diperhatikan justru terabaikan. Padahal, Islam saat memupuk fondasi kejayaannya tidak terlepas dari jasa-jasa para sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan mualaf.

Pengasuh Pesantren Pembinaan Muallaf Annaba’ Center, Syamsul Arifin Nababan kepada republika.co.id, Rabu lalu mengaku terenyuh dengan perkembangan pembinaan mualaf di tanah air. Ustad Nababan, demikian sapaan akrabnya, tidak pernah membayangkan dakwah yang dilakukannya ternyata tidak ditopang dengan sistem pembinaan terpadu yang akan membimbing para mualaf menuju pengenalan dan pendalaman kepada Islam yang kaffah.

Ustad yang juga dari golongan mualaf ini, merasa tersambar petir di siang bolong saat mendengarkan rintihan seorang Muslim yang dibimbingnya terlantar tidak keruan di jalanan ibukota. Mualaf yang dia bimbing itu terusir dari keluarganya, dipecat dari pekerjaan dan tidak memiliki apapun kecuali keyakinannya bahwa Islam adalah petunjuk hidupnya. Saat itulah, ustad Nababan seolah ditegur.  Teguran keras itu begitu mengena dalam sanubari Ustad Nababan. Namun, itu tak bertahan lama. Teguran itu segera membangkitkan dirinya untuk berbuat sesuatu. Bertindak  seperti yang wajibnya dilakukan umat Islam yakni merangkul dan memperhatikan mualaf.

Mimpi telah menjadi kenyataan. Keinginan spontan yang berasal dari teguran telah membuahkan hasil. Pesantren Pembinaan Mualaf Annaba’ Center telah berdiri gagah. Bangunan bercatkan warna berkarakter menyejukan berikut dengan halaman yang asri dan bersih berpadu padan menghiasi pesantren ini.  Tampak terlihat para santri yang tengah bersosialisasi satu dengan lainnya kian membuat hidup pesantren. Memang tidak seperti kebanyakan pesantren lain, pesantren ini berisikan santri-santri yang tengah mengenal Islam, berusaha mendalami Islam dan selanjutnya meneruskan geliat dakwah Islam.

Ustad Nababan mengatakan persoalan mualaf sangat bervariasi. Yang pasti, menurut pengalaman dirinya, seorang mualaf sudah dipastikan mengalami penolakan oleh keluarganya. Setelah keluarga, si muallaf akan dicabut haknya untuk bekerja. Hal yang paling parah, si mualaf kemudian harus meninggalkan rumah tempat selama ini menyaksikan pertumbuhan berikut pengenalannya terhadap Islam.  Beruntung bagi mualaf yang memiliki kemampuan ekonomi, namun naas ketika muallaf tidaklah memiliki kelapangan rezeki. Meski demikian, menurut dia, tidak bisa dipastikan seberapa banyak mualaf yang tidak memiliki kemampuan ekonomi yang mencukupi. Namun, yang jelas, kata dia, para mualaf butuh perhatian dan pembinaan.

Hingga saat ini, terdapat 25 santri yang tengah menuntut ilmu di Pesantren Pembinaan Muallaf Annaba’ Center. Kalau dihitung dari awal berdirinya bisa mencapai 50an orang. Setiap santri berasal dari berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa hingga Papua. Bahkan sejumlah santri juga berasal dari Timor Leste. Keragaman ini sengaja dipupuk dan dibina untuk menghindari kesan ekslusifitas terhadap suku, rasa atau etnis tertentu.

Serupa dengan lembaga pembinaan mualaf yang sudah lebih dahulu ada, banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya menegakan pembinaan mualaf. Tantangan itu selama ini seolah hanya menjadi beban lembaga pembina. Padahal, boleh dikatakan, umat Islamlah yang harus menanggungnya secara bersama-sama. Ustad Nababan menyadari minimnya perhatian umat Islam terhadap pembinaan muallaf dapat mengancam masa depan lembaga-lembaga pembina. Seberapapun produktifitas lembaga pembina, perhatian tetap dibutuhkan. Bukan untuk apa, melainkan pengembangan lebih lanjut guna mendapatkan kualitas sumber daya muallaf yang diharapkan menjadi garda terdepan bukan seadanya.

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900