Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 29 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abu Tholib RA.)

Kampung Ramadhan, Wisata Religi "Jalur Gaza" di Yogyakarta

Print PDF

Ragam & Muhibah - Muhibah

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setiap bulan puasa masyarakat Yogyakarta di dua wilayah menggelar aneka kegiatan yang diberi nama Kampung Ramadhan. Di kampung itu ada festival kuliner, buka puasa dan shalat tarawih bersama, pertunjukkan musik, hingga mengurus perpanjangan SIM.
Jika Anda mengunjungi Yogyakarta di bulan suci ini jangan melewatkan kunjungan ke Jogokariyan dan Nitikan. Di dua tempat itu Anda bisa merasakan atmosfer Ramadhan masyarakat Yogya.

Jogokariyan

Pengurus Masjid Jogokariyan menggelar Kampung Ramadhan hingga 20 September 2009. "Kampung Ramadhan yang digelar untuk kelima kalinya ini berpusat di Masjid Jokokariyan serta sepanjang jalan di kampung tersebut," kata Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir saat  pembukaan Kampung Ramadhan, Sabtu (22/8).
   
Kampung Ramadhan dibuka resmi oleh Kepala Biro Binamitra Polda DIY, Kombes Po) Sutarno mewakili Kapolda DIY dan disaksikan ribuan warga di sekitar Kampung Jogokariyan serta masyarakat seputar Kota Yogyakarta.
    
"Berbagai  kegiatan digelar di kampung Ramadhan seperti bazar, makan sahur dan buka bersama masyarakat serta Shalat Tarawih," kata Jazir.
     
Menurut dia, terdapat  112 stan yang menyediakan berbagai jajanan, makanan, minuman, baju, perlengkapan ibadah dan buku-buku keagamaan. "Melalui bazar tersebut kami ingin membangkitkan potensi ekonomi masyarakat khususnya warga Jogokariyan," katanya.

Pengurus Masjid Jogokariyan memberikan bantuan modal usaha untuk membuka bazar kepada masyarakat dengan besaran yang bervariasi antara Rp500 ribu hingga Rp2,5 juta. "Masyarakat diharapkan dapat mengembalikan bantuan modal tersebut, jika tidak dapat dikembalikan,  juga tidak apa-apa," katanya.
    
Ia menegaskan Kampung Jogokariyan terdiri atas  empat rukun warga (RW) dan 18 rukun tetangga (RT) yang dihuni sekitar 400 kepala keluarga (KK),  hampir separuhnya adalah penduduk yang berpenghasilan rendah.
    
"Untuk membantu warga yang masih berpengasilan rendah tersebut,  Takmir Masjid Jogokariyan  menyediakan 200 paket sahur serta 1.000 paket buka puasa untuk masyarakat," katanya.
     
Ditanya keunikan Kampung Ramadhan, Jazir mengatakan di masjid ini digelar Shalat Tarawih seperti di  Madinah setiap Kamis malam dengan bacaan surat satu juz Al Quran.
     
Sebelum dibuka resmi puluhan anak yang tergabung dalam Taman Pendidikan Al Quran (TPA) masjid tersebut berpawai dari simpang empat Jalan Jogokariyan menuju masjid yang dipimpin seseorang berpakaian badut berbentuk maskot Kampung Ramaddan Jogokariyan.

"Jalur Gaza" di Nitikan

Kampung Ramadhan juga dapat dijumpai di Nitikan. Kampung Nitikan yang mayoritas dihuni warga Muhammadiyah di Kota Yogyakarta selama Ramadhan menggelar pasar sore "jalur gaza" (jajanan lauk sayur gubug ashar zerba ada).

"Keberadaan Kampung Ramadhan dapat dijadikan objek wisata religi di Kota Yogyakarta," kata Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto usai membuka Kampung Ramadhan di Nitikan, Yogyakarta, Sabtu.

Ketua panitia pasar sore Nitikan, Fachrudin AM mengungkapkan  Pasar sore ini akan menampilkan potensi masyarakat Kampung Nitikan, seperti perajin yang tinggal di kampung ini.

Menurut dia, panitia telah menyiapkan sekitar 30 stan yang berbentuk gubuk di halaman Masjid Muthohirin untuk menampung kalangan masyarakat yang ingin ikut ambil bagian dalam kegiatan itu.

"Masyarakat yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini nantinya bisa memperoleh keuntungan karena usai Ramadhan akan mendapatkan bantuan pemberdayaan yang merupakan bagian penguatan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan keagamaan selama Ramadhan menjadi fokus utama penyelenggaraan yang diisi dengan acara buka puasa bersama, sahur bersama, pengajian, tadarus, dan salat tarawih.

Beberapa tokoh akan hadir dalam kegiatan itu, antara lain, mantan ketua MPR, Amien Rais yang akan menjadi pembicara utama saat peringatan Nuzulul Quran 4 September 2009 dan Ustadz Sakti, mantan personel Sheila on 7, yang akan mengisi pengajian salat tarawih 24 Agustus 2009.

Rachmat Sumardi, Ketua Takmir Masjid Muthohirin mengatakan, penyelengara juga akan mengadakan kerja sama dengan kepolisian untuk mengurus perpanjang surat izin mengemudi (SIM).

"Perpanjangan SIM akan dilakukan tiga kali dalam satu pekan selama bulan Ramadhan, yaitu pada Senin, Jumat, dan Sabtu, Ini membantu masyarakat untuk mengurus SIM," katanya.

Setiap Minggu, akan ada "live musik" dan buka puasa bersama dengan berbagai band pengisi acara di antaranya Justice Voice, Kanjeng Anom, dan Niezdie Band.
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900