Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 21 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian

Masjid Lautze 2 Membangun Peradaban Islam Etnis Tionghoa

Print PDF

Ragam & Muhibah - Muhibah

Kurangnya pusat informasi bagi etnis Tionghoa yang ingin memeluk agama Islam, menjadi salah satu alasan didirikan Masjid Lautze 2 di Bandung kepengurusannya ditangani oleh sebuah Yayasan Haji Kariem Oie.

Sepintas, dari tampilan luarnya, keberadaan masjid Lautze yang terletak di Jalan Lembong Bandung (dekat Patung Ajat Sudrajat mantan pemain Persib) cukup menarik untuk dilihat.

Arsitektur bagian depan masjid yang dibangun tahun 1997 mirip sebuah kelenteng sehingga menjadikan bentuk masjid ini berbeda dengan masjid lainnya.

Selain Arsitektur luarnya, dekorasi di dalam Masjid pun hampir cukup unik. Ini terlihat dari penggunaan waran cat mesjid yang memakai warna-warna untuk kelenteng seperti merah menyala serta lampu-lampu berbentuk lampion China.

Selain memiliki bentuk yang unik, Masjid Lautze juga menyimpan nilai sejarah bagi Etnis Tionghoa yang berhasil memeluk agama Islam.

Ismi, salah seorang pengurus mesjid Lautze Bandung, yang juga berasal dari etnis Tionghoa, Minggu, mengatakan pada tahun 1991, seorang muslim keturunan Tionghoa bernama Abdulkarim Oie Tjeng Hien membuat sebuah yayasan bernama Yayasan haji Karim Oie di Jakarta, dengan tujuan sebagai tempat informasi Islam kepada etnis Tionghoa.

"Saya selaku etnis Tionghoa, ingin sekali membantu etnis kami yang tertarik untuk mempelajari dan masuk agama Islam," ujar Ismi.

Dikatannya, hingga saat ini, etnis Tionghoa merasa kesulitan untuk mengetahui seperti apa Islam itu. Oleh karena itu, Etnis Tionghoa saat ini masih salah menilai agama Islam.

Melalui Yayasan Haji Karim Oie yang yang mengelola Masjid Lautze ini, pada tahun 2004 bentuklah divisi Muallaf Networking.

Divisi ini memiliki 7 fungsi yang salah satunya sebagai penyedia tempat penampungan sementara bagi para muallaf yang terisolir dari keluarga atau lingkunganya.

Menurut dia, dari tahun 2004 hingga sekarang, kurang lebih ada sekitar 70 orang etnis Tionghoa yang telah berpindah agama ke Islam.

Meskipun luas lokasi mesjid ini tidaklah besar, namun dari Masjid Lautze 2 telah berhasil membimbing para etnis Tionghoa untuk memahami ajaran Islam yang sesunggunya.(*)

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900