Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 45 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Khalifah Umar RA.)

Jika di usia senja masih belum memahami agama, kapan lagi.

Print PDF

Ragam & Muhibah - Muhibah

Ramai-ramai Belajar Ngaji di Masjid Alfalah Surabaya, pagi baru saja berlalu. Sekitar pukul 08.00, puluhan orang berbondong-bondong mendatangi Masjid Al Falah Surabaya, yang terletak di Jl Raya Darmo--sebagai pintu masuk Kota Surabaya itu. Mereka yang datang ada yang berjalan kaki, naik becak, bersepeda motor, dan naik mobil. Semua yang datang berpakaian rapi.
Kaum wanaita berbaju Muslimah dan y ang pria mengenakan gamis atau baju biasa. Masing-masing menenteng tas berisi kitab suci Alquran. Dan pagi itu, halaman Masjid Al Falah Surabaya seketika menjadi ramai; dipenuhi orang. Sebelum masuk masjid, orang-orang itu terlebih dahulu mengambil wudlu di samping kiri masjid. Setelah merasa bersih dan suci, mereka memasuki ruang dalam masjid. Di dalam mereka membuat kelompok, masing-masing beranggotakan 15 hingga 40 orang. Setiap kelompok didampingi oleh seorang ustadz/ustadzah dari Masjid Alfalah.

Tak lama kemudian suara orang mengaji pun terdengar, mengharu-biru ruangan masjid yang terasakan lebih khidmat nan syahdu. Suara orang-orang ngaji di dalam masjid itu pun seakan menyirnakan pekaknya suara-suara dari luar, yakni suara lalu lintas di Jl Raya Darmo yang amat padat saban hari itu. Mereka yang belajar mengaji (baca tulis Alquran--red) di Masjid Alfalah Surabaya ini rata-rata datang dari kalangan lanjut usia (Lansia). Kalaupun ada yang dari kalangan muda, itu hanya bisa dihitung dengan jari.

''Kami yang belajar mengaji di Masjid Alfalah ini umumnya kalangan orang tua,'' kata Ny Maidah (50 tahun), warga kampung Rangkah, Surabaya. Mereka sedang bergiat mengaji sebagai bekal menuju akhirat. Ny Maidah sendiri mengaku, dirinya selama ini sama sekali tak bisa membaca dan menulis Alquran.

Ia memilih Ramadhan, selain karena bulan penuh berkah juga karena waktunya lebih luang. ''Kalau pagi, kita kan banyak menganggurnya di rumah karena semua di rumah berpuasa. Daripada bengong, mendingan kita mencari ilmu, belajar membaca dan menulis Alquran ini,'' ujar ibu tiga anak dengan tujuh cucu ini.

Niat ini telah sejak muda dipendamnya. Namun, kesibukan dan urusan lain menenggelamkan niatan sucinya tersebut. Sehingga baru di usia senjanya benar-benar konsentrasi belajar membaca dan menulis Alquran. ''Selain menambah pengetahuan agama, juga bisa untuk bekal kelak kalau sudah meninggal. Sebentar lagi kami dipanggil Sang Khalik. Kalau semasih hidup tak mencari bekal akhirat lalu kapan lagi,'' kata perempuan pensiunan karyawan di Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Dengan niatan untuk bekal akhirat itulah, tutur Ny Maidah, ia rela di siang hari yang terik dengan berpuasa harus naik turun dan berdesak-desakan naik angkutan menuju Masjid Alfalah. Belajar ngaji untuk bekal akhirat tak hanya menjadi alasan seorang Ny Maidah saja. Hampir semua peserta kaum lansia juga punya alasan serupa. ''Semasa muda kami ini lupa dengan kegiatan-kegiatan agama. Karena itu, masa tua ini kami harus tahu betul agama termasuk membaca dan menulis Alquran,'' kata Suparwan (63 tahun), yang kini tengah belajar tingkat tafsir Alquran karena mudanya sudah mampu membaca dan menulis Alquran.

Mereka yang datang di Masjid Al Falah memang tidak semuanya belajar Alquran dari nol. ''Mereka yang belajar di sini malah ada yang sudah pandai membaca Alquran. Mereka datang ke sini untuk belajar Tafsir, Al Hadits, dan Tarjamah Lafdhiyah Alquran,'' kata Ketua Lembaga Kursus Alquran Masjid Al Falah, Achmad Mujab Said didampingi ustadznya, Zamroni kepada Republika, Senin (2/10).

Permintaan itu, lanjut Zamroni, membuatnya membuka beberapa jenjang kursus. Di antaranya, kelas Baca Tulis Alquran, Tartil Alquran, Seni Baca Alquran, Tafsir Alquran, Shalat dan Hukum Islam (SHI), Tarhamah Lafdhiyah Alquran, Al Hadits, dan Bahasa Arab. ''Untuk semua jenjang ini, kami menyiapkan sekitar 40 ustadz,'' kata Zamroni. Masing-masing membimbing 15 hingga 40 peserta.

Sejatinya, kursus ini tak hanya dibuka dalam Ramadhan tapi juga bulan biasa. Hanya saja menggunakan sistem periodisasi. Setiap jenjang butuh waktu empat bulan. ''Hanya saja, biasanya dalam Ramadhan ini orang banyak berdatangan untuk bergabung belajar membaca dan menulis Alquran di Masjid Alfalah,'' kata Zamroni. Pasti memanfaatkan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. n sunarwoto
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900