Friday, 29 September 2006 05:18
Menurut Amir, selain menyelenggarakan pengajian, pihaknya juga kembali menyelenggarakan Pesantren Ramadhan yang diikuti siswa yang ada di Garut. Penyelenggaraan Pesantren Ramadhan, kata Amir, seluruhnya dilaksanakan oleh Ikatan Pemuda Masjid Agung (IPMAGA) yang merupakan lembaga otonom DKM. ''Sambutan remaja yang ada di Garut sungguh luar biasa juga terhadap penyelenggaraan pesantren Ramadhan, banyak remaja dari luar Garut Kota juga ikut pesantren ini,'' tuturnya. mus
Cinta Alquran Bersama Ustadz Arifin Ilham
JAKARTA -- Menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan, Forum Silaturahmi (Fosil) menggelar acara bertajuk ''Cinta Alquran tukang becak, pemulung, dan dhuafa, bersama Ustaz Muhammad Arifin Ilham.'' Acara tersebut diadakan di Masjid Al-Ikhlas Duta Indah Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (23/9).
Kegiatan itu antara lain bertujuan utuk menghidupkan bulan Ramadhan dengan cinta Alquran, dan mengajarkan Alquran kepada para tukang becak, pemulung, buruh dan kaum dhuafa. ''Kami bekerja sama dengan Majelis Az-Zikra pimpinan Ustadz Muhammad Arifin Ilham dan lembaga pelatihan Asmaul Husna bernama Smash yang dipimpin oleh Bapak Sutisnawan,'' ungkap Ketua Fosil Rini Islahudin.
Panitia acara, Ustadz Ridho mengatakan, jumlah peserta acara tersebut melampaui target. ''Alhamdulilah sosialisasi program cinta Alquran yang target semula hanya 50 tukang becak, ternyata dihadiri ratusan tukang becak maupun pemulung. Mereka berbondong-bondong datang ke masjid untuk ikut mendaftar belajar cinta Alquran,'' tutur Ustadz Ridho.
Dalam tausiyahnya, Pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustadz Muhammad Arifin Ilham mendorong Fosil agar terus mengadakan pengajian khusus tukang becak, pemulung dan tukang koran. ika
LAZ Al-Azhar Peduli Umat Santuni Keluarga Pengasong
JAKARTA -- Keceriaan tak hanya muncul dari raut wajah 60 anak pengasong, tapi juga keluarga pengasong serta masyarakat sekitar di kawasan Pondok Ranji Ciputat, Tangerang di hari pertama bulan suci Ramadhan Ahad (24/9). Keluarga pengasong tersebut wajar ceria, karena mereka mendapatkan bingkisan dan buka bersama dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar Peduli Ummat.
''Alhamdulillah, di hari pertama bulan suci Ramadhan 1427 Hijriyah ini, kami bisa berbuka puasa dengan 60 anak keluarga pengasong di daerah Pondok Ranji, tidak jauh dari stasiun kereta Pondok Ranji,'' ungkap Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar Peduli Ummat Drs M Anwar Sani Senin (25/9).
Menurut Sani, acara buka puasa bareng keluarga pengasong tersebut terselenggara berkat adanya seorang donatur LAZ Al Azhar Peduli Ummat yang meminta agar dibuatkan sebuah acara menarik buat puteranya yang berulang tahun Ahad (24/9) lalu.
Keluarga pengasong pun sangat gembira menyambut kegiatan tersebut. Sesepuh masyarakat Pondok Ranji pun sangat senang dengan kegiatan itu. ''Dari kemarin-kemarin saya kepikiran bagaimana mengajak anak-anak buka puasa bersama. Alhamdulillah puasa pertama sudah ada yang ngasih buka puasa bersama,'' ujar Dayat sesepuh masyarakat. dam/republika
| < Prev | Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja