Monday, 18 February 2008 10:31
Tetapi bagaimana kedepan yayasan ini? HMY Bambang Sujanto,sebagai Ketua Umum mengatakan, bahwa kedepan ingin melihat yayasan ini berkembang. “Masjid ini merupakan awal mewujudkan cita-cita yayasan untuk kedepan, karena kalau memang memungkinkan,kita juga akan mengembangkan dibidang pendidikan atau juga rumah sakit yang semuanya baik untuk pelayanan masyarakat. Dengan demikian sebagai warga dan masyarakat Indonesia,kita bisa memberikan sumbangan”,ujarnya.Dengan yayasan ini, usaha dibidang dana akan dimaksimalkan untuk menunjang keberadaan lembaga PITI sebagai organisasi Islam dengan misinya mengembangkan syiar Islam. Penggalangan dana, melibatkan semua anggota serta memanfaatkan secara ekonomis apa yang dimiliki masjid,seperti penyewaan lapangan basket, bulutangkis dan disektor pendidikan sudah mendirikan Istana Balita dan usaha-usaha lainnya. “Semuanya itu tidak lain untuk perkembangan PITI itu sendiri” tambahnya.
Dengan demikian yayasan yang berusaha menggalang dan PITI yang melaksanakan syiarnya. “Ini tidak berarti yayasan berada diatas PITI atau sebaliknya,tetapi kedua lembaga tersebut saling menunjang. Ibarat sebuah Perseroan Terbatas (PT) yayasan sebagai eksekutifnya sedangkan PITI sebagai komisarisnya. Sejajar dalam satu tujuan,” tegasnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yayasan ini adalah milik DPW dan DPC PTI kabupaten yang ada di Jawa Timur.Dengan upaya seperti itu,maka kedepan PITI dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat sepenuhnya, bukan hanya masyarakat Tionghoa saja tetapi masyarakat semua lapisan. Diakuinya bahwa selama ini masjid Cheng Ho menjadi objek wisata para pendatang, termasuk pejabat-pejabat dari Jakarta ataupun tamu dari luar negeri karena dianggap sebuah masjid yang memiliki ciri tersendiri dibandingkan masjid-masjid lain yang ada di Jawa Timur.
Tujuan bermanfaat untuk umum,seperti dalam sholat Jumat ataupun tarawih,masyarakat berduyun datang di masjid ini. Bahkan sudah ada beberapa daerah di Jatim yang berkeinginan mencontoh mendirikan masjid serupa di daerahnya. Tentu saja ini merupakan dampak yang positif baik bagi Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia ataupun PITI. (Sumber : KOMUNITAS PITI JATIM)
| < Prev | Next > |
|---|





"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja