Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 41 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

'Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati." HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas'ud.

Anneke Puteri: Menghormati Anak

Print PDF
Bagus juga cara Anneke Lutfia Puteri menghormati anaknya. Dia membiasakan diri mengenakan busana Muslimah tiap kali mengantar anak ke sekolah. Talita Rachman, puteri tunggalnya memang belajar di sekolah Islam.

SD Islam Al Azhar Rawamangun, Jakarta Timur, tepatnya. "Lucu juga memang mulanya," katanya saat dihubungi Republika beberapa waktu lalu. Anneke, sebagaimana perempuan lain, mengaku senang bergaya. Mengikuti mode, ia juga kerap mengenakan pakaian ketat dan agak terbuka. Namun sikapnya seratus persen berubah setelah anaknya masuk sekolah.

Ia mulai berfikir bahwa gaya berpakaiannya harus diubah. Anaknya berada di lingkungan Islami, karena itu sudah sewajarnya bila ia juga menyesuaikan diri. "Saya kasihan anak bila saya berpakaian ketat. Saya harus menghormatinya."

Ia pun berniat mengenakan busana Muslimah bila mengantar anaknya ke sekolah. Awalnya hanya sekali dalam sepekan. Tiap Jumat ia memakai busana yang menutup seluruh auratnya. Setelah merasa nyaman, ia menambahnya jadi dua kali, Senin dan Jumat. Selanjutnya frekuensi berbusana Muslimah saat mengantar anak ke sekolah ia tambah terus hingga akhirnya setiap hari.

Langkah perempuan yang aktif di beberapa kegiatan sosial ini lantas diikuti para ibu yang lain. "Sekarang seluruh ibu teman anak saya memakai kerudung saat mengantar anak ke sekolah," paparnya. Kendati begitu, Anneke mengaku tak cukup dengan berbusana Muslimah saja. Bersama ibu-ibu lain, ia juga mengikuti pengajian agar pengetahuan agamanya bertambah.

Dengan begitu, katanya, bukan cuma ketenangan fisik yang diraihnya. Tapi juga dimensi spiritualitasnya. Namun ia mengaku tak bisa setiap saat mengikuti pengajian ibu-ibu di Al Azhar. "Saya selalu menyempatkan diri. Tapi kadang pekerjaan tak bisa ditinggal," katanya lagi.

Artis yang sempat menggantikan Novia Kolopaking menjadi ibu dalam 'Keluarga Cemara' ini mengaku belum bisa sepenuhnya menutup diri dengan busana Muslimah. "Saya ingin sekali bisa sepenuhnya berbusana Muslimah," ungkapnya. Namun ia mengaku belum bisa menahan diri untuk tampil dengan gayanya.

Yang bisa ia lakukan saat ini adalah menahan keinginan memakai pakaian yang dianggap kurang sopan. Ia mengaku memakai pakaian yang sopan dan tak terlalu menonjolkan bagian dan lekuk tubuh. "Harus mulai jaga diri," sambungnya lagi.

Anneke mengaku banyak belajar dari anaknya. Ia sengaja memilih sekolah Islam agar anaknya punya bekal agama sejak dini. "Bila mereka sulit menerima ajaran saya, mereka pasti bisa patuh pada gurunya." Seorang anak, katanya, cenderung lebih patuh pada gurunya. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan praktik ibadah misalnya. "Bila guru yang menyuruh cepat sekali mereka patuh," tuturnya.

Dengan memilih sekolah berlandaskan agama, katanya, ia yakin anaknya sudah lebih dulu tersosialisasi dengan lingkungan yang baik sebelum terjun ke masyarakat. "Saya memang mau gampangnya aja. Semua orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya."

Saat ini, katanya, ia bisa mengawasi anaknya dengan leluasa. Ia hanya menerima peran-peran pembantu dalam sinetron sehingga tak terlalu sibuk. (Republika Online)
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900