Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 32 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

'Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati." HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas'ud.

Subki Al-Bughuri, Meneruskan Jejak sang kakek

Print PDF
Para penikmat acara pengajian di layar kaca tentu mengenali sosok HM Subki Al-Bughuryi. Dai muda ini menyampaikan materi-materi agama dengan penyampaian secara ringan dan gampang dimengerti. Tak heran kalau sosoknya digemari anak-anak muda.

Ditemui beberapa waktu lalu, Subki menceritakan perjalanan hidup yang menggiringnya menjadi seperti sekarang ini. Menurut dai asal Bogor ini, ketertarikannya menjadi dai karena dilatarbelakangi minta dan alasan keluarga. ''Kakek dan paman saya adalah ulama di Bogor,'' ujarnya menjelaskan alasannya memutuskan menjadi dai.<

Namun, ia mengaku, langkahnya dimantapkan saat ia duduk di SMA. Bersama dengan beberapa orang sahabatnya di SMA 33 Cengkareng, Jakarta Barat, mereka membuat perjanjian tentang kelanjutan sekolah mereka. ''Kami bagi-bagi jurusan, ada yang ke teknik, ekonomi, dan beberapa bidang lain. Saya sendiri oleh teman-teman disuruh kuliah di jurusan syariah,'' katanya mengenang.

Kawan-kawan sekolah Subki bukan tanpa alasan menyuruhnya masuk ke jurusan syariah. Sejak duduk di SMP, Subki remaja sudah tertarik pada ilmu agama. Kegemaran ini berlanjut ketika ia duduk di SMA. Ketika, remaja lainnya menghabiskan waktu bersenang-senang dan sibuk dalam pergaulan, Subki justru sebaliknya.

Ketika duduk di kelas dua SMA, ia mengikuti pengajian.Ia juga menambah ilmunya dengan terus menerus belajar agama, baik dari buku, maupun mengaji. Koleksi buku agama milik kakeknya, ia jadikan salah satu referensi. Tak heran jika di usia muda, Subki cukup menguasai ilmu agama.

Meski begitu, aktivitas remajanya tidak hanya disibukkan dengan belajar agama. Saat bersekolah di SMP, pria yang memasang nama Al-Bughuri yang menandakan ia berasal dari Bogor ini, pernah menjadi sutradara teater yang karyanya dipentaskan di TVRI. Puas dengan klub teater, Subki pun bergabung dengan Kelompok Studi Islam.

Karena ketertarikan dan pemahamannya terhadap ilmu agama inilah yang membuatnya dipercaya untuk menggantikan guru agamanya mengajar. Ketika di kelas dua SMA, kenangnya, guru agamanya seringkali kerepotan untuk mengajar.

Lokasi kelas yang terletak di lantai tiga, membuat sang guru yang sudah lumayan sepuh tidak kuat jika harus naik turun tangga. ''Jadinya seringkali saya disuruh beliau untuk menggantikannya mengajar,'' ujarnya. Sibuk berdakwah di usia muda, membuat pria kelahiran Bogor, 7 September 1972 ini dinobatkan sebagai "Dai Sekolah" oleh teman-teman SMA-nya.

Lulus SMA, minatnya terhadap ilmu agama semakin menguat. Ia pun kembali menekuni kitab-kitab milik sang kakek yang merupakan mualim (ulama) asal Bogor. ''Setiap kali saya pulang ke Bogor, saya sedih melihat kitab-kitab itu terbengkalai,'' ujarnya.

Menurut Subki, meskipun banyak di antara sepupu-sepupunya yang bersekolah di madrasah ataupun aliyah, mereka tidak menunjukkan minat terhadap warisan berharga sang kakek. ''Jadilah saya yang memanfaatkannya,'' ujar bapak empat putera ini.

Sejak itulah, minatnya menjadi penyebar ajaran agama semakin besar. Suami dari Etty Supriyati ini kemudian semakin aktif mengikuti pengajian dan juga kursus-kursus. Salah satu kursus yang diikutinya adalah kader Mubaligh Al Azhar.

Pria yang menikah di usia 21 tahun inipun sempat mengeyam pendidikan di Lipia selama 3 tahun, sebelum akhirnya kuliah di IAI Al Aqidah pimpinan almarhum KH Irfan Zidni. Namun sambil sekolah, ayah dari Abdul Jabbar, Abdul Hakim, Abdul Aziz, dan Hilyah 'Afifah ini terus mengasah kemampuan dakwahnya. Ia pun semakin aktif berkeliling untuk menggelar pengajian. Sejak saat itulah ia pun mantap di jalan dakwah. uli
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900