Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 44 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

“To convert to Islam is very easy. Probably the most difficult part of that, is to make sure that you are really convinced that Islam is the truth and the right way to follow. What you need to do after becoming a Muslim is learning some Islamic regulations. Islam is a practical religion and it provides clear guidance on what to do and not to do”.

Ratih Sanggarwati : Menutup Aurat Demi 'Menolong' Bapak

Print PDF
Ratih SanggarwatiSiapa yang tidak kenal Ratih Sanggarwati? Orang mengenalnya sebagai seorang peragawati papan atas yang sering menghiasi berbagai media di Indonesia terutama pada tahun 1990-an. Setelah melalui proses pergolakan pemikiran yang panjang, akhirnya pada tahun 2000 Ratih memperoleh hidayah dan memutuskan untuk menggunakan jilbab. Tak tanggung-tanggung, ia juga menjadi 'corong' dalam menyosialisasikan busana Muslimah ke semua kalangan.

Ada beberapa faktor yang mendukung keputusan Ratih Sang untuk menutup auratnya. Salah satu faktor pendorong yang terbesar adalah kecintaan terhadap Allah dan almarhum ayahnya, Bagus Giyanto. Ratih berambisi menjadi anak saleh agar doanya untuk sang ayah terkabul.

Pengajian Ustadz Othman Shihab suatu ketika di akhir tahun 1990-an mengendap dalam benak Ratih Sanggarwati berbulan-bulan. ''Doa anak yang saleh akan langsung diterima oleh Allah. Kalau ingin doa saya untuk bapak diterima, maka harus menjadi anak yang saleh,'' ujar Ratih, usai acara Heart to Heart with Ratih Sanggarwati di Bandung, Rabu (12/4), mengutip isi pengajian itu.

Keinginan berjilbab pun mengental.

''Pada saat berpikir untuk menggunakan jilbab, saya berdialog dengan diri sendiri. Saya bisa menolong bapak saya kalau menggunakan jilbab dan saya pun sudah memiliki dua anak yang harus dipertanggungjawabkan nanti,'' ujarnya, menirukan dialog dengan hatinya yang dilakukan pada saat memutuskan berjilbab.

Sebagai anak, yang diinginkannya hanya satu, berbakti. Tapi sang ayah sudah tiada. Maka satu-satunya bakti dia adalah berdoa. ''Saya berdebar-debar. Saya ingin bapak saya berada dalam barisan umat Rasulullah di surga,'' ujarnya. Saat itu, dorongan memakai jilbab sama kuatnya dengan penolakan untuk tidak berjilbab. Ada empat hal yang menghantui dirinya. Yaitu, takut keluarga tidak menerima, takut popularitas dan penghasilannya berkurang, serta takut kehilangan teman.

Keempat hal itu silih berganti dengan bayangan ayah dan kedua buah hatinya, menari-nari di otaknya. ''Pada waktu itu, saya menghadapi dilema antara harus membela bapak dan risiko mengorbankan kehidupan saya sendiri. Namun, saya kemudian berdoa kepada Allah untuk memberikan kemudahan pada saat menggunakan jilbab nanti,'' ujarnya. Ia pun mantap berjilbab.

Menjadi shalehah itu, sambung Ratih, artinya harus menjaga hati agar terus bertakwa. ''Siapa pun bisa, asal ada kemauan,'' ujarnya. Namun ia mempunyai perumpamaan mengenai keshalehan dengan busana Muslimah. ''Hal itu sama saja dengan seseorang yang mau menjadi saleh tapi tidak mau puasa,'' ujarnya. Karena, kata dia, sebetulnya shalehah itu meliputi ketakwaan dan ketakwaan itu mengikuti semua yang dianjurkan oleh Allah SWT. ''Jangan main dengan aturan sendiri. Aturannya kan sudah ada aturan dari Allah, itu kalau kita mau dibilang shaleh dan takwa. Memang terserah, kalau tidak mau mengikuti aturan Allah monggo-monggo saja,'' katanya. ( )
 
more about her : http://id.wikipedia.org/wiki/Ratih_Sanggarwati 
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900