Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 33 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abu Tholib RA.)

Rusdy Hamka : Belajar Istikamah dari Sang Ayah

Print PDF
Tak gampang seorang bisa bersikap tegas dan konsisten. Tapi, itulah prilaku dan sikap yang paling mendalam dirasakan dalam hidup Rusdy Hamka (72) dari sang ayah, Prof Dr Hamka. Pria kelahiran 7 September 1935 ini memang paling banyak mengikuti perjalanan hidup almarhum Buya sebagai ketua Front Pertahanan Nasional (FPN) di Bukit Tinggi Sumatera Barat.

Buya Hamka adalah seorang ulama yang tega. Yang paling akhir adalah ketika diminta pemerintah untuk melepaskan jabatannya sebagai ketua umum MUI, karena tidak mau membatalkan fatwa MUI yang menegaskan Natal Bersama haram hukumnya,'' tegas Rusydi kepada Republika di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan Rabu (13/2) siang.

Sarjana Ilmu Publisistik ini mengungkapkan, sekitar tahun 1980-an ada permintaan dari daerah-daerah, dari para gubernur demi terciptanya kerukunan hidup antar umat beragama, karena itu perlu ada Natal Bersama seperti juga ada Idul Fitri Bersama. Kemudian MUI mengeluarkan fatwa yang menegaskan Natal Bersama itu haram, karena itu bagian dari ibadah.

Setelah fatwa MUI tersebut keluar, papar Rusydi, Menteri Agama waktu itu, Alamsyah Ratuperwiranegara meminta fatwa itu untuk segera dicabut. Buya Hamka tidak mau mencabut fatwa tersebut. Karena tetap pada pendiriannya, akhirnya Buya Hamka diminta mundur.

Kebetulan waktu itu ada undangan berkunjung ke Irak. Rusydi sendiri diajak berkunjung ke Irak. Sore hari ketika akan berangkat ke Irak, ia diminta untuk mengantar surat yang ditulis Buya Hamka hanya beberapa kalimat yang menyatakan ia mundur dari ketua MUI. ''Jadi, sebelum berangkat ke bandara kita mampir dulu ke kantor Departemen Agama untuk mengantar surat itu. Dengan senyum, beliau berkata, 'Masak iya saya harus mencabut (fatwa) tersebut,'' tandas Rusydi mengutip pernyataan sang ayah.

Contoh lain soal sikap tegas dan istikamah Buya Hamka adalah saat Buya Hamka yang juga pegawai Departemen Agama menjadi anggota konstituante Masyumi, walau tidak menjadi seorang pengurus. Tak lama setelah itu, keluar peraturan presiden, pegawai negeri yang tinggi harus memilih menjadi pegawai atau partai. Buya memilih menjadi anggota Masyumi dan keluar dari pegawai negeri.

Satu hal yang direkamnya, Buya tidak pernah memikirkan bagaimana nanti masalah gaji dan segala macam termasuk pensiun saat mengambil keputusan itu. Dia tidak bimbang sedikit pun, padahal kita semua termasuk ibu justru mencemaskan hal itu,'' papar Rusydi.

Menurut Rusydi, soal akidah, Buya Hamka tidak pernah bisa kompromi.Tapi untuk hal-hal yang ikhtilaf dan furu'iyah, ia tampak luwes. ''Misalnya, ketika suatu kali KH Abdullah Syafi'i datang ke Masjid Al Azhar. Waktu itu sebenarnya yang jadual khatib Buya Hamka. Ia kemudian meminta KH Abdullah Syafii menjadi khatib. Saat itulah dikumandangkan adzan dua kali pada shalat Jumat, padahal biasanya adzan satu kali,'' jelasnya.

Sikap luwes yang lainnya dalam bidang yang bukan prinsip, Rusydi menceritakan, juga terjadi ketika kali pertama kali Masjid Al Azhar digunakan untuk shalat tarawih. Buya Hamka sempat menjelaskan kepada para jamaah bahwa shalat tarawih bisa dengan 11 rakaat tapi juga bisa 23 rakaat plus witir. ''Waktu itu, jamaah meminta untuk 23 rakaat. Tapi besoknya para jamaah meminta untuk shalat delapan rakaat, sampai sekaran shalat tarawih di Masjid Al Azhar delapan rakaat,'' ujarnya.

Jadi, kalau soal akidah, beliau tidak ada kompromi. Tapi kalau soal furuiyah, ia bisa toleran. “Contohnya, ketika mengimami jamaah shalat subuh, almarhum Buya Hamka sempat bertanya terlebih dulu kepada jamaah, apakah mereka menggunakan qunut atau tidak? Ketika para jamaah mengatakan mereka menggunakan qunut, Buya Hamka yang merupakan tokoh dan penasihat Muhammadiyah, mengimami shalat subuh dengan qunut,'' tambah Rusydi.

Rusydi Hamka
Tanggal Lahir : 7 September 1935
Pendidikan : SMP-SMA Muhammadiyah di Yogyakarta
Sekolah Tinggi Publisistik (STP)
Nama Istri : Khasyi'ah
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900