Friday, 10 November 2006 19:00
''Saya sudah nggak yakin, mental juga ngedrop. Tapi subhanallah, begitu malam shalat Tahajud mengadu sama Allah, jadi enteng rasanya," ujarnya. Ia meminta yang terbaik pada Allah. Kalaupun tidak menjadi juara, dia juga legawa.
Paginya, ia percaya diri naik ke atas mimbar. Sejenak mengela nafas panjang, ia memulai bacaannya. "Allah memberi kekuatan. Semua dilancarkan," ujarnya. Syukur ia ucapkan berulang kali, ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama untuk kategori bacaan satu juz dan tilawah itu.
Maya rajin bertahajud sejak SMP. Semula, siswi kelas 2 Arab 1 pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Model Jakarta yang sudah menelurkan sembilan album lagu religi ini mengikuti kebiasaan orang tuanya. Namun lama-lama, ia merasakan manfaat shalat malam itu.
"Setiap ada kesulitan mintalah sama Allah pasti Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan kita," ujarnya. Saat usai Tahajud, ia biasa mengadu pada Allah.
Tapi, bukan karena kesusahan lantas ia membiasakan shalat Tahajud. Baginya, shalat ini sudah menjadi bagian kesehariannya, seperti halnya shalat lima waktu. Dampak dari Tahajud yang dirasakannya adalah ketenangan batin dan enteng melangkah.
Persinggungan Maya pertama kali dengan kebiasaan Tahajud adalah saat mengikuti acara renungan di sekolahnya waktu SMP. Saat itu ada sesi pengenalan shalat Tahajud. Apalagi ia melihat shalat sunah itu juga biasa dilakukan orang tuanya. Sekali dua kali mencoba, ia 'ketagihan'.
Sama halnya dengan melagukan Alquran. Kedua orang tua yang mendorongnya untuk mencintai Alquran sejak kecil. Saat berusia 6,7 tahun, ia sudah terlibat dalam MTQ di Jambi. Ia menjadi peserta terkecil yang menyabet gelar juara. Maya membiasakan membaca Alquran ba'da Maghrib dan Subuh. n dam
Umi Mayada
Nama Panggilan: Maya
anggal Lahir : Bitung, 20 Oktober 1990
Ayah : Adnan Ya'qub Limbong
Ibu : Sunarti Yusuf
Posisi : Sulung dari 3 bersaudara
Pendidikan : SD Al-'Asyiratussyafi'iyah
SMP Islam Al Azhar Bintaro
Kelas 2 Arab 1 MAN 4 Model Jakarta
Hobi : Baca Buku Agama
Prestasi :
Juara 1 MTQ Nasional Tartil Quran Jambi
Juara 1 MTQ se-DKI Jakarta 1 juz+tilawah 2005-2006
Juara 1 MTQ Nasional 1 juz + tilawah Kendari 2006
Album : sembilan album (Album Cahaya Rasul 1-7 dan Album Cahaya
Rasul Kumpulan Shalawat Terbaik.
( tri )






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja