Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 63 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abu Tholib RA.)

Tjio Wie Tay

Print PDF

Kisah Mualaf - Kisah Tokoh

Banyak yang mengira perubahan nama dari Tjio Wie Tay menjadi Masagung disengaja agar mirip nama perusahaannya, PT Gunung Agung. Padahal, nama itu pemberian Herlina, si Pending Emas, yang bertemu dengannya di Irian Barat (kini Irian Jaya) pada masa Trikora. Sulit memanggil nama aslinya, yang diingat Herlina adalah bahwa pria itu pemilik Gunung Agung. ''Ia memanggil saya Masagung, nama yang sudah lama saya cari-cari,'' Masagung mengungkapkan asal usul namanya.

Meskipun ayahnya seorang insinyur, Tjio Wie Tay hidup menderita. Hanya berbekal pendidikan sampai kelas V SD, ia berjualan rokok sepanjang jalan. Tay, bersama tiga orang kakak dan seorang adik, ditinggal mati ayahnya ketika ia baru berusia empat tahun.

Berdagang rokok pertama kali di Glodok, Jakarta, dengan modal 50 sen. Pindah ke emperan Senen dengan modal 75 sen. Di seberang emperan toko itu, ia mendirikan toko semipermanen, berukuran 3 .003 3 meter yang kemudian diberi nama Thaysan Kongsie. Ia memang berkongsi dengan Lie Thay San. ''Kebetulan istri saya dengan istri Lie Thay San bersaudara,'' tuturnya. Usaha itu membesar.

PT Gunung Agung di Jalan Kwitang 13 Jakarta Pusat didirikannya tahun 1953. Modal dasarnya Rp 500 ribu dengan 100 pemegang saham, di antaranya; Bung Hatta, Adinegoro, Sumanang, H.B. Jassin. Juga beberapa mitranya semasa Thaysan Kongsie.

Usahanya mula-mula dikenal dalam bidang toko buku dan penerbitan. Kemudian menjangkau keperluan kantor dan sekolah. Kini juga mengageni pena Parker, rokok Dunhill, dan Rothmans, majalah Time, sampai komputer Honeywell. Dengan modal Rp 250 juta, ia mendirikan PT Jaya Bali Agung, perusahaan pariwisata. Ia juga Direktur PT Jaya Mandarin Agung, pengelola Hotel Mandarin, Jakarta, sebuah usaha patungan dengan Hong Kong.

Apa kunci suksesnya? ''Kerja keras, berani, bercita-cita, percaya diri, dan menjaga nama,'' jawabnya tegas. Ia enggan menyebutkan jumlah kekayaannya. Tetapi, jumlah pajak yang harus dibayarnya secara grup mencapai Rp 200 juta. Untuk bea cukai sebesar Rp 2 milyar. Belum termasuk pajak pendapatan dari 2.000 lebih karyawannya.

Menjelang usia 50 tahun, Masagung masuk Islam. Alasannya? Sebagai orang dagang, sejak kecil hanya memikirkan uang, kedudukan, dan kehidupan yang nyaman. Ia takut tenggelam dalam dunia yang berlimpah dan bisa membawanya ke dunia maksiat. Mengapa memilih Islam? ''Itu soal Kun Faya Kun. Apa yang dikehendaki Allah, terjadilah,'' katanya tegas. Istrinya, Cheng Hian, yang dinikahi 30 tahun lalu, mengubah namanya menjadi Ida Ayu Agung.

For more information please visit Toko Buku Gunung Agung Website

Toko Buku Walisongo dan Masjid Agung Al-A'Raf

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900