Kisah Tokoh
Menceritakan kisah sejumlah tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan sosial masyarakat dalam mendapatkan hidayah dari Allah SWT yang ternyata tidak mudah dan berliku, setelah dalam Islam tak ada lagi perbedaan di antara kita semua, jadikanlah kisah perjalan hidup mereka sebagai suri tauladan bagi kita semua.
Monday, 24 November 2008 18:53
Sejatinya, anak Hj Vera Pangka hasil pernikahannya dengan HM Syarif Tanudjaja SH, Ketua DPW Persatuan Iman tauhid Indonesia (atau Persatuan Islam Tionghoa Indonesia/PITI) DKI Jakarta, hanyalah tiga orang: Adrian Amar (31), Kelvin Ikhwan (29) dan Andrew Irfan (16). Itu pun sang sulung, Adrian Amar, tahun lalu meninggal dunia dalam usia 31 tahun karena penyakit kanker. Namun, di mata wanita kelahiran 18 Juni 1950 ini, anaknya tak terhitung jumlahnya.
More Articles...
- Herman Halim (d/h Lim Xiao Ming), Mualaf dari Bank Maspion
- Astrid A. Nurhamzah : Bacaan Basmalah Menuntun Menuju Islam (Hidayah Ilahi)
- Lee Djie Men : Mimpi Shalat Mengadarkan Diri Saya
- Hauw Tin : Sempat Terusir dari Rumah
- Yap Gin Liang : Mengikuti jejak Kakek
- H. Masagung (Tjio Wie Tay) : Pedagang Asongan yang Mengharumkan Islam
- Anton Medan (Tan Hok Liang) : Menemukan Hidayah di Penjara.
- Tan Lip Siang (H.M. Syarif Siangan Tanudjaya, S.H.) : Tentang Dosa Warisan
- Sri Lestari Masagung : Kembali ke Pangkuan Islam
- Siong Thiam (KH. Drs. Alifuddin El-Islamy): Adiknya Dikubur dalam Kotak Sabun

Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami dengan email 



"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja