Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 57 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

"Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras." (HR. Turmudji)

Tulisan Lindsey Faraj, Mahasiswa UNC Charlotte,Sebagai Warga AS Kulit Putih, Izinkan Saya Berbicara

Print PDF

Kisah Mualaf - Kisah Foreigner

Saban hari kita dibombardir dengan kabar terbaru seputar olahraga, politik dan berita dunia, dan kita kerap berinisiatif menggali lebih jauh atas cerita dan topik yang menarik minat. Lalu, mengapa ini menjadi salah satu topik paling signifikan dalam dekade lalu dan terus menjadi salah satu yang paling disalahpahami?

Islam, sejauh ini, adalah salah satu bahasan paling kontroversial. Namun, sejak serangan pada 11 September, hanya ada peningkatan sekitar 6 persen pada jumlah orang-orang yang tahu sebagian atau banyak tentang Islam, setidaknya menurut Riset Pew.

Miskin komunikasi dan interaksi antara Muslim dan non-Muslim adalah sebagian faktor yang patut disalahkan atas ketiadaan hubungan yang kian memburuk. Beberapa Muslim, sangat dipahami, bila menarik diri dari masyarakat karena didorong ketakutan atas penolakan dan diskriminasi. Terutama di tengah situasi nasional yang benci dengan tindak kejahatan.

Pada saat bersamaan, banyak warga non-Muslim mungkin merasa tidak nyaman berinteraksi dengan seseorang yang memiliki agama berbeda secara nyata dari agama mereka. Ironisnya itu adalah pandangan yang diyakini oleh 65 persen non-Muslim dalam sebuah survei terpisah, yang juga dilakukan oleh Pew Riset.

Sebagai warga Amerika kulit putih keturunan Eropa, saya secara pribadi selalu melihat dunia dari dua prespektif. Hanya, setelah mengenal dan akrab dengan teman-teman satu kelas berdarah Arab-Amerika di kampus, baru saya tertarik memelajari budaya mereka yang memesona, termasuk agama mereka, Islam. Setelah bertahun-tahun memelajari Islam secara non-formal, saya menjadi salah satu dari beberapa ribu warga Amerika--sebagian besar adalah wanita--yang beralih memeluk Islam.

Pengamatan saya tentang berbagai praktik Islam telah memberi dampak pada kehidupan pribadi, termasuk shalat lima kali sehari dan berpuasa selama Ramadhan, namun tidak ada yang lebih berdampak langsung dari keputusan saya untuk mengenakan penutup kepala. Saat pertama kali menggunakan kerudung, saya mendapat banyak tentangan, keberatan dan bahkan pandangan dan sikap diskriminasi.

Tak hanya itu, beberapa kali saya malah diminta "kembali pulang ke negara saya". Tampaknya kulit putih yang terang dan mata biru saya tidak berarti apa-apa. Kerudung yang saya kenakanlah yang kini mengatakan semuanya. Saya kini memahami bahwa sikap alami manusia untuk tidak menyukai apa yang mereka tidak tahu dan tidak pedulikan. Satu-satunya cara untuk hadir berdampingan antara satu dengan yang lain adalah mendidik diri sendiri untuk hidup dalam kemajemukan masif berisi orang-orang yang juga memanggil Amerika rumah mereka.

Jika salah satu dari mereka memilih untuk mengenal hanya sedikit juta Muslim Amerika, maka mereka pun akan menemukan bahwa banyak dari Muslim yang tidak jauh beda dengan warga lain. Malah, fakta di lapangan mengatakan satu seperempat populasi Muslim di Amerika adalah warga kulit putih yang beralih dan juga keturunan Afrika-Amerika, sebagian besar memiliki latar belakang Kristen, demikian menurut survei Pew Forum pada 2007.

Mungkin yang lebih mengejutkan adalah ajaran Islam sesungguhnya sangat kontras dari selip pemahaman umum yang banyak beredar. Kemiripan Islam dengan keyakinan Ibrahim lain, mungkin dapat menjadi titik tolak menakjubkan bagi dialog antarkeyakinan yang sangat dibutuhkan.

Dari keyakinan satu Tuhan yang sesungguhnya, dipanggail sebagai Allah; keyakinan yang dianut banyak nabi di agama Ibrahim lain, juga keyakinan Yesus dan Maria Perawan; seseorang dipastikan akan menemukan bahwa tiga pohon keyakinan itu berakar dari fondasi yang sama, namun bercabang ke berbagai arah seiring dengan waktu.

sumber: Republika

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900