Kisah Mualaf - Kisah Foreigner
Monday, 13 September 2010 12:50
Seorang psikolog warga negara Jerman penganut Yahudi Ortodoks, dokter Anters Geb Radojcic, yang juga memiliki kewarganegaraan Israel, telah tinggal di Manavgat, Turki selama 11 tahun, Ia memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Fatma. Jadi, upacara ihtida pertama (upacara memeluk Islam) di tahun 2010 ini diselenggarakan untuk Fatma (61).
Fatma mengungkapkan perasaan-perasaannya sebagai: "Kedekatan, kasih sayang dan perilaku tulus tetangga muslim saya membuat saya melakukan beberapa penelitian tentang agama Islam. Bagaimanapun, saya telah membaca Al Qur'an terjemahan Bahasa Jerman secara teratur selama lima tahun. Saya telah belajar tentang akhirat dan harapan kebangkitan di akhirat serta kebangkitan orang-orang yang saya kasihi di akhirat kelak. Hal itu benar-benar membuat saya antusias. Aku memalingkan wajah kepada Tuhanku, kepada-Nya aku selalu berdoa. " Mar 18, 2010
| < Prev | Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja