Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 34 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian

Dominikus Doni (Dahlan Daud) : Terpikat Suara Azan di Radio

Print PDF

Kisah Mualaf - Kisah A to Z

Menilik nama saya, pembaca tentu mafhum latar belakang keluarga dan lingkungan yang membesarkan saya. Ya, saya memang lahir dan dibesarkan di lingkungan masyarakat yang mayoritas memeluk agama Kristen Katolik. Kedua orang tua saya sangat ketat memelihara dan mengamalkan ajaran Katolik. Tak heran, jika akhirnya saya disekolahkan di Sekolah Rakyat (sekarang SD) Katolik Aliur Oba, Flores Timur, lulus tahun 1952. Setelah itu, saya melanjutkan pendidikan ke Sekolah Teknik Pertukangan di Larantuka, Flores Timur, hingga tamat tahun 1958.

Karena ayah saya seorang aktivis gereja, saya pun direkrut oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) Katolik untuk melaksanakan program-program bantuan sosial kepada masyarakat pedesaan. Sebagai seorang ahli pertukangan, saya ditugaskan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan yang berkaitan dengan teknotogi tepat guna, yang memang sangat dibutuhkan warga desa.

Karena tugas-tugas itu, saya bergaul akrab dengan warga desa. Mereka sangat berterima kasih dengan kehadiran saya. Sehingga ketika diadakan pemilihan kepala desa (pilkades), saya secara aklamasi dipilih menjadi Kepala Desa Meluwiting. Karena dianggap cukup berprestasi, jabatan kepala desa itu saya jabat selama tiga periode.

Sering Mendengar Suara Azan

Sebagai kepala desa, tentu saya dituntut untuk menyerap sebanyak mungkin informasi, khususnya informasi pembangunan guna disosialisasikan kepada warga desa. Salah satu sumber informasi yang paling Bering saya serap adalah melalui siaran RRI (Radio Republik Indonesia).

Karena itu pula saya jadi sering mendengar lantunan suara azan yang dikumandangkan RRI lima kali dalam sehari. Lama-lama saya tahu kalau itu panggilan atau seruan untuk mengingatkan kaum muslimin agar mereka segera menunaikan shalat.

Selain suara azan, melalui RRI pula saya jadi terbiasa mendengar alunan ayat ayat suci Al-Qur`an yang dikuman dangkan menjelang masuk waktu shalat. Baik suara azan maupun alunan ayat suci Al-Qur'an telah menggugah kesadaran saya yang paling dalam untuk mencari kebenaran yang hakiki (sejati).

Saya pun mulai mencoba mempelajari kitab suci umat Islam itu. Melalui terjemahan yang diterbitkan Departemen Agama RI, saya jadi bertambah yakin bahwa Al-Qur'an itu memang kitab suci. Selain masih terjaga dari segi bahasa-hanya menggunakan bahasa Arab-juga konsisten dalam kandungan isinya.

Berbeda dengan kitab suci umat Kristen (Alkitab) yang terbagi empat: Matius, Markus, Yohanes, Lukas. Keempat kitab suci itu isinya tak jarang saling bertolak belakang. Apalagi redaksi bahasanya. Hal ini sempat membuat saya ragu akan kebenarannya. Saya mulai meragukan Alkitab sebagai wahyu Allah.

Apalagi selama bertugas di Larantuka saya pernah menemukan Al-Qur'an disembunyikan di dalam kamar seorang pendeta. Untuk apa pendeta menyembunyikan Al-Qur'an? Mungkin ia ingin mempelajari Al-Qur'an Itu membuktikan Al-Qur'an memang wahyu Allah.

Hal-hal tersebut semakin mendorong tekad saya untuk mempelajari Islam lebih serius. Setelah itu, saya mulai tekun membaca buku-buku tentang Islam, di samping banyak bertanya dan berdiskusi denganpara tokoh Islam. Alhamdulillah, pada tahun 1972, saya resmi mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat.

Tantangan

Setelah menjadi seorang muslim, saya menemui banyak tantangan. Antara lain, saya diberhentikan dari jabatan sebagai Kepala Desa Meluwiting. Bahkan, saya difitnah menggelapkan kas desa sehingga membuat saya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Tapi, semua ujian dan cobaan itu saya hadapi dengan sabar.

Alhamdulillah, saatini saya aktif mengikuti Jamaah Tabligh, Saya juga sering mengikuti perjalanan dakwah (khuruj fii sabilillah) ke berbagai kota di Indonesia. Kini, saya hidup bahagia bersama dua orang istri dan sembilan orang anak. Delapan orang anak saya sudah masuk Islam. Tinggal seorang lagi yang masih beragama Katolik.

Dalam kesempatan ini pula, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Haji Panity sebagai pimpinan rombongan Jamaah Tabligh Jakarta untuk kawasan Flores Timur yang telah membimbing kami untuk memperbaiki diri dan memperdalam iman dan Islam selama 40 hari di Jakarta. Semoga aural ibadah Bapak Haji Panity dan kawan-kawan mendapat ridha Allah SWT.
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900