Kisah A to Z
Friday, 22 July 2011 19:11
Magdalena, seorang wanita berusia 37 tahun sekarang, usia yang memang sudah tidak belia lagi dan tentunya dengan kematangan usia, maka munculah kematangan dalam hatinya untuk menentukan jalan hidupnya, dan terasa sangat disesalinya apa yang sudah dia sia siakan di sepanjang hidupnya selama ini, penuturannya menambah pengalaman baru buat saya, karena memang setiap orang yang dating konseling dengan saya membawa masalahnya masing masing, dan semoga Allah Subhana Wa Ta’ala senantiasa mencurahkan hidayah-Nya kepada setiap hamba-Nya, amin
More Articles...
- Akhirnya aku mengerti apa arti memiliki Tuhan sesungguhnya dalam Islam
- Tatiana SP Basuki : Kegelisahan Hati Sang Pencari Tuhan
- Iris Rengganis Makin Mantap dalam Renungan di Makkah
- Yudi Mulyana: Hidayah di Ujung Fajar
- Steven Indra Terpikat Islam Karena Shalat
- Felix Yanwar Siauw Dengan Islam Hidup Jadi Terarah
- Sephy Lavianto, Konflik Rumah Tangga Membuatnya Memilih Islam
- Kisah Mualaf Timor-Timur yang Berhijrah
- Teofilus Sarjiono : Sakit Berbuah Hidayah
- Mualaf Tionghoa yang Terbuang dari Keluarga






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja