Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 36 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Khalifah Umar RA.)

H. Cahyono : Karena Jojon

Print PDF

Kisah Mualaf - Kisah Celebritis

Bertakbir dalam Mimpi. Tak setiap orang 'diundang' memeluk Islam. Cahyono, pelawak kondang, bersyukur mendapatkan hidayah-Nya, sehingga mengganti agamanya -- dari semula Nasrani yang taat -- menjadi Islam. Islam, baginya, bukan sekadar kebutuhan di dunia dan akhirat tetapi kesempatan mencurahkan cintanya kepada Allah. Cahyono lahir di tengah keluarga Nasrani yang taat. Sejak kecil, dia sudah mendapat didikan agama, baik secara formal dan informal. Hingga dewasa dan masa tuanya, personel grup lawak Jayakarta Grup ini, aktif di kegiatan kerohanian.

Jalan berliku harus dilalui Cahyono sebelum memperoleh hidayah Islam. ''Saya Nasrani selama 42 tahun, tapi Alhamdulillah, saya diberikan teman-teman yang luar biasa -- Jojon, Ester, Uu -- di Jayakarta Grup," kisah Cahyono.

Ketiga karibnya ini, menurut Cahyono, taat dalam menjalankan ajaran agama Islam. Mereka, bahkan, telah menunaikan ibadah haji. ''Khusus Jojon, dia itu lulusan Ponpes Wanaraja. Nah dialah yang menjadi guru ngaji saya pada awal-awalnya.'' Kebetulan mereka berjiran.

Periode tahun 1980-1990-an merupakan masa jaya Jayakarta Grup. Tawaran manggung ke luar daerah terus mengalir. Di saat show ke daerah-daerah, Cahyono kerap menemukan sesuatu yang membangkitkan rasa ingin tahunya. Yakni sewaktu melihat ketiga rekannya shalat berjamaah. ''Saya selalu melihat dan mengamati saat mereka bertiga shalat berjamaah. Entah kenapa, tiap kali mereka takbir Allahuakbar, saya berpikir inikah Tuhannya orang Islam,'' katanya.

Suatu hari, rasa ingin tahunya memuncak. Kemudian, usai menyaksikan sahabatnya shalat, dia memberanikan diri bertanya kepada Jojon, ''itu tadi apa sih Allahuakbar itu.''

Jojon menjelaskan, Allahuakbar merupakan seruan umat Islam mengagungkan Allah SWT, tuhan semesta alam. ''Tidak ada tuhan selain Allah, dan siapa yang menyekutukan Allah, dijamin masuk neraka jahanam,'' Cahyono mengutip ucapan Jojon. Mendengar uraian itu, Cahyono serasa disambar petir.

Sejak itu, ia banyak merenung. Ia memikirkan tentang konsep trinitas yang dianutnya selama ini. Belum habis rasa gundahnya, tak berapa lama dirinya larut bercanda dengan ketiga sahabatnya, ditambah almarhum H. Benyamin.

Mendadak Jojon nyelutuk, ''udahlah No, bercandanya dihabisin, mumpung masih di dunia. Di akhirat nanti kita nggak ketemu lagi. Kita ke surga, kamu ke neraka.''

Cahyono terdiam dan tak dapat menimpali. Dalam hati ia membatin, Jojon bercanda tetapi nyelekit. ''No, you kan beriman zabur, taurat dan injil, tapi masih ada lagi Alquran dengan nabi penutup Muhammad SAW. Itu dari Allah semua.'' Ucapan Jojon kian menghunjam ke sanubarinya.

Cahyono kian ingin mempelajari Islam. Bahkan, suatu malam, ia bermimpi. ''Mungkin mimpi ini yang lantas mengubah pendirian saya,'' kenangnya.

Dalam mimpinya, dia bertemu dan dikejar-kejar mahluk mengerikan. Saking takutnya, Cahyono berdoa dan menyebut nama tuhannya. Namun mahluk itu justru bertambah besar. Semakin lantang disebut nama tuhannya, sang mahluk makin membesar. ''Pada kondisi yang putus asa, saya teringat nama tuhannya Jojon. Sekonyong-konyong, saya takbir dalam mimpi itu, Allahuakbar, dan seketika lenyaplah mahluk tadi,''kisahnya.

Paginya, Cahyono langsung menemui Jojon. ''Tuhanmu manjur Jon,'' katanya.

Kendati demikian, akhir 1992, ia menemukan hidayah-Nya. Saat itu ada pertandingan sepakbola antarpayuban pelawak Ibukota, di Stadion Kuningan Jakarta Selatan.

Hari beranjak petang, matahari pun lingsir. Adzan Magrib mendayu-dayu. Allahuakbar allahuakbar. Cahyono tak kuasa mendengarnya. Ia menepi ke pinggir lapangan. Tanpa disadarinya ia sekonyong-konyong bersujud. Ia merasa tak ragu memeluk Islam. Jojon menjadi pembimbingnya. Cahyono resmi memeluk Islam pada idul Fitri.

Hatinya kian tentram dan damai. Namun, ganjalan dari keluarga membayangi. Ketika ia memberitahu bila dirinya telah Islam, anak dan istrinya kaget. ''Papa masuk Islam pasti mau kawin lagi,'' istrinya sinis.

Cahyono berusaha menjelaskan. ''Saya masuk Islam karena mendapat hidayah dari Allah. Saya nggak mau ke neraka, sebab selama ini sudah di jalan yang salah.'' Cahyono pun mengajak istri dan anaknya mengikutinya masuk Islam. Permintaan yang sangat sulit karena mereka penganut Nasrani yang taat.

Tak menemui kata sepakat, mereka pisah ranjang. Beberapa lama kemudian, keduanya bertemu lagi dan tetap dengan sikap masing-masing. Tapi, Cahyono telah berketetapan hati. ''Benar Mah.. di hadapan orang-orang kau adalah istriku, tapi di hadapan Allah kau bukan istriku.''

''Kalau begitu bagaimana caranya supaya kita bisa rukun lagi,'' tanya istrinya.

''Kita kawin lagi tapi syaratnya harus masuk Islam.'' Sang istri menampik.

Suatu hari, ketika rekaman di Purnama Record, Cahyono duduk termenung. Ia hampir putus asa menghadapi kekerasan istrinya. Tiba-tiba seorang tukang sapu di studio itu menyapa, ''kenapa Pak Cahyono?''

Tak dapat memendam galau, Cahyono mengisahkan problema rumah tangganya. Seusai mendengarnya, tukang sapu itu sembari tetap memegang sapu, tegas mengatakan, ''buang yang haram, cari yang halal.''

Cahyono kembali ke rumah berbekal ultimatum. Ada tiga bulan ia memberi batas waktu bagi istrinya. ''Kalau mama tetap dengan keyakinan selain Islam, berarti bukan jodoh saya. Tapi kalau mama mau ikut masuk Islam, maka mama memang jodoh saya.''

Batas waktu terlampaui. Istrinya mengatakan, ''aku nggak bisa masuk Islam.'' Maka berakhirnya pernikahan yang dibina selama sekitar 20 tahun. ''Aku cinta istri dan anak-anak, tapi lebih cinta Allah.'' Setelah mengucap kalimat tersebut, Cahyono bergegas meninggalkan rumah dan seluruh isinya.

Waktu terus bergulir. Selama waktu itu, Cahyono memutuskan tinggal di pondok pesantren untuk memperdalam Islam. Beberapa saat kemudian, dia melaksanakan ibadah haji.

Dua tahun dia menduda. Suatu ketika saat rekaman di salah satu stasiun televisi swasta, ia bertemu wanita yang menjadi murid sebuah pesantren. Cahyono langsung terpaut hatinya. ''Mau nggak kawin sama saya,'' pintanya tanpa basa-basi. Si wanita merespon positif, ''kalau bapak mau, saya juga mau.''

Beberapa hari kemudian, dia pergi melamar dan diterima baik oleh orang tua si wanita. Kini pasangan ini telah dikaruniai dua putra.

Setelah mengharungi jalan berliku untuk mendapatkan hidayah-Nya, apa yang terpetik pria berpostur tinggi-besar ini? Ia merasa yang paling mahal di dunia dan akhirat adalah nikmat Islam. Ia pun menyitir ayat Alquran, Hai orang yang beriman, taqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam.

Peringatan Allah tersebut benar-benar diresapinya sebagai perintah untuk memperbanyak amal ibadah selagi masih hidup. Mencari nikmat dunia setengah mati, tapi saat meninggal nanti semua itu tidak akan berguna di hadapan Allah, terkecuali iman Islam. ''Saya baru 11 tahun masuk Islam. Dan sebelum itu kehidupan saya dipenuhi gemerlap dunia dan hura-hura. Ya namanya juga pelawak terkenal serta banyak uang.''

Terbayang di benaknya bila seseorang meninggal dalam keadaan tidak Islam. Dia menilai, mati dalam keadaan tidak beriman, sudah pasti masuk neraka. Manusia tidak tahu kapan akan dipanggil Allah. Dengan demikian, untuk 'berjaga-jaga' hendaknya perbanyak ibadah dan iman.

Sekarang ini waktunya banyak diisi dengan kegiatan dakwah. Latar belakangnya sebagai artis menjadikan Cahyono kerap diminta hadir mengisi acara agama di berbagai tempat. Ini merupakan berkah tersendiri karena memaparkan kebenaran agama kepada umat. Sumber Harian Republika

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900