Kisah Celebritis
Jumlah Artis dan budayawan Indonesia yang semakin mengenal Allah dan Islam semakin banyak, akankah kita hanya duduk termangu ?
Ayoo belajar Islam dengan baik dan benar, jangan malu untuk mengaji bersama dan belajar Islam kembali ... dan ada juga Pengalaman Rohani Artis merasa kembali ke Islamannya walaupun sebelumnya telah Islam ....
Kisah Mualaf - Kisah Celebritis
Friday, 25 December 2009 08:11
Islam adalah anugerah yang tinggi dalam menunjukkan jalan kebenaran umat manusia. Sosok Kareem Abdul Jabbar diakui banyak pemain basket sebagai salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa. Shooting, Slam dunk, rebound, block , maupun aksi lainnya, sangat memukau. Tak jarang, lawannya dibuat kesulitan untuk membendung agresivitas pemain bertinggi badan 2,18 meter ini.
More Articles...
- Chicha Koeswoyo : Tergugah mendengar suara azan dari TVRI
- Natalie Sarah: Hidayat Al Fatihah
- Lewat Bulan Bintang Cindy Claudia Dapat Hidayah
- Paquita Wijaya
- Iga Mawarni : Memeluk Islam Karena Berdebat
- Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski
- Davina Veronica Hariadi
- TIA AFI
- Sandrina Malakiano
- H. Cahyono : Karena Jojon





"Mereka heran, bahkan sampai membego-begokan saya, kenapa tidak beraksi dengan perceraian ini. Ujungnya, saya dituduh mempunyai pria idaman lain."
BULAN suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah buat saya. Saat itu, saya memulai hidup baru sebagai seorang muslimah. Ini adalah hidayah Allah pada saya dan saya sangat mensyukurinya. Sekarang, saya semakin mantap dengan pilihan hati nurani saya itu. Saya siap lahir batin. Termasuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Saya ingin segera bisa menunaikan ibadah umrah. Insya Allah.
SEJAK kecil, saya sudah mengenal Islam. Ketika itu, saya sering melihat pembantu kami sedang melakukan shalat. Meskipun saya dan kedua orang tua saya beragama Kristen Katolik, namun kakek saya adalah seorang muslim. Harus saya akui, saat mendengar gema azan dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, hati saya terasa damai. Pernah suatu ketika, seorang teman kuliah berkata kepada saya bahwa Tuhan itu satu, la tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Mendengar itu, saya acuh tak acuh saja. Hati saya belum tergerak untuk mencari kebenaran ajaran Islam
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja