Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 33 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah dia mengucapkan Laa Haula wa laa quwwata illa bil-laahil 'aliyyil-'azhiim' (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha Tinggi lagi Maha Agung" (H.R Baihaqi dan Ar Rabi'i)

Forum Silaturahmi Antar Pengajian : Gotong Royong Membendung Pemurtadan

Print PDF

Informasi Lainnya - Pemurtadan

Tak sulit menemukan Rumah Singgah Sakinah 1 di Johar Baru, Jakarta Pusat. Tanyalah pada anak-anak jalanan di sekitar Pasar Gembrong, pasti dengan senang hati mereka akan menunjukkannya. Di bangunan semi permanen ini, semua aktivitas keagamaan berpusat. Mulai dari pembinaan anak-anak jalanan, pendidikan anak usia dini, taman pendidikan Alquran, hingga pengajian kaum bapak dan kaum ibu.

Empat kali seminggu, balita dari keluarga dhuafa berkumpul untuk mendapatkan makanan tambahan gratis. Pengobatan cuma-cuma juga kerap digelar. ''Dulu, hampir tiap bulan ada bayi meninggal di sini, karena gizi buruk,'' ujar Ade Zulkifli, pengelola RSS 1.
RSS 1 adalah kepanjangan tangan Forum Silaturahmi Antar pengajian (Forsap) di wilayah itu. Rumah singgah ini memang anggota Forsap sejak kali pertama berdiri, tahun 2001. Sama seperti Forsap, fokus utama kegiatan RSS 1 adalah membentengi pemurtadan di kantong-kantong kemiskinan. Daerah sekitar Pasar Gembrong ini adalah bidikan utama kaum misionaris.

Menurut Ade, mereka saweran untuk menghidupi kegiatan di RSS 1. Para mahasiswa menjadi relawan untuk program bimbingan belajar para siswa dhuafa. Pengurus gotong royong mengumpulkan uang untuk program pemberian makanan tambahan. Sumbangan donatur digunakan untuk operasional kegiatan lain dan membayar guru TPA dan PADU. ''Itu pun ala kadarnya saja. Tiap guru hanya diberi uang transpor antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu saja,'' ujarnya. Semangatnya lillahi ta'ala, demikian Ade menyebut.

Namun belakangan ia gundah. Sebuah organisasi non-Muslim mendirikan pusat kegiatannya di samping RSS 1. ''Mereka mencoba menarik anak-anak binaan kami,'' ujarnya.

Upaya pemurtadan, memang gencar dilakukan di kalangan non-Islam. Sebelum Ade datang di wilayah itu, organisasi lain sudah mulai melakukan pendekatan. Beberapa warga mulai menanggalkan keislamannya.

Dari mereka, Ade dan teman-teman dari Forsap belajar tentang cara mereka melakukan pendekatan. ''Banyak yang kemudian balik ke Islam lagi. Mereka bilang, 'Saya ikut agama Kang Ade aja','' ia menuturkan.

Umumnya, Forsap memang menggarap kantong-kantong kemiskinan di berbagai wilayah. ''Daerah miskin paling rawan pemurtadan,'' ujar Ketua Umum Forsap, Nurdiati Akma.

Persinggungan Forsap dengan pemurtadan dimulai sejak tahun 2001. Saat itu, sebuah kelompok pengajian anggota Forsap di daerah Pondok Labu mengeluhkan jumlah jamaahnya yang menyusut drastis tiap Sabtu. Biasanya, pengajian sepekan sekali itu selalu dibanjiri jamaah Muslimah.

Selidik punya selidik, kaum ibu di wilayah miskin itu lebih tertarik mendatangi "pengajian" tandingan yang diadakan sebuah organisasi agama lain. Tiap Sabtu, mereka menggelar bazar murah, pengobatan gratis, dan pembagian sembako.
Bahkan, kelompok itu juga menggaji beberapa ibu untuk mengumpulkan anak-anak yatim/dhuafa untuk dikirim ke panti asuhan yang mereka kelola. Untuk setiap anak yang berhasil dibujuk, si ibu akan memperoleh uang Rp 10 ribu.

''Saat kami datang, sudah 35 anak yang dikirim ke panti itu,'' kata Nurdiati. Maka ia mendatangi panti itu untuk "menebus" kembali anak-anak Muslim itu. Ia terhenyak ketika menemui para pengelola panti adalah Muslim yang telah dimurtadkan sejak kecil. ''Nama-nama mereka adalah nama-nama Islam, seperti Chaerudin, Hafsah, dan Aminah, tetapi mereka telah menjadi penganut taat agama lain.''

Di daerah itu, Forsap lantas membeli sebidang tanah seluas 150 meter. Di atas tanah itu didirikan bangunan semi permanen untuk panti asuhan, klinik gratis, dan majelis taklim. Pengajian Sabtu kembali didatangi jamaah.

Forsap resmi berdiri pada bulan Desember tahun 2001. Musyawarah kerja nasional (Mukernas) pertama digelar tahun 2003 dihadiri 2.500 majelis taklim dari 12 provinsi yang menjadi anggotanya. Kini organisasi ini sudah berkembang ke 19 provinsi.

Bila semula penyelamatan akidah anak yang dikedepankan, kini mereka menggarap tiga sasaran. ''Selain anak-anak, juga kaum wanita dan petani miskin,'' tambah Nurdiati.

Petani menjadi target setelah mengamati kehidupan mereka yang termiskinkan di Cianjur. ''Di salah satu produsen beras di Indonesia itu, kebanyakan petani hanya sebagai buruh penggarap saja,'' ujarnya.

Di beberapa tempat, Forsap mulai mengembangkan pertanian organik. Mereka bekerja sama dengan mahasiswa dan LSM lokal untuk mengembangkannya. Pertanian organik ini antara lain dikembangkan di Cianjur, beberapa tempat di Sumatera Barat, dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

Banyak kegiatan yang ingin digarap, tapi masalah klasik selalu menghadang, yaitu pendanaan. ''Selama ini kami bergotong royong di antara sesama pengurus, dan mengandalkan sumbangan donatur,'' ujar Nurdiati.
Mereka juga menjalin sinergi dengan lembaga lain, semisal Aisyiyah, organisasi wanita di bawah Muhammadiyah. ''Di beberapa daerah, anak-anak yang berhasil kita selamatkan dari upaya pemurtadan kita titipkan di panti-panti asuhan yang dikelola Aisyiyah,'' ujarnya.

Upaya penyelamatan akidah ini makin dipertajam sesuai putusan Mukernas ketiga yang digelar awal Bulan ini. ''Kita mengusahakan agar di tiap provinsi mempunyai posko, terutama di daerah-daerah kantong pemurtadan,'' ujarnya.

Selain itu, mereka juga akan terus memperluas jaringan. ''Mimpi kami, semua anak Muslim yang kini berada di panti-panti non-Muslim bisa kembali kita asuh,'' ujar Nurdiati. Jalan masih panjang bagi Forsap.( tri/republika )
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900