Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 43 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian

Muslim Uighur tak Lelah Berharap

Print PDF

Islam is not the Enemy - Islamphobia

Tidak enak memang, menjadi warga negara kelas dua. Perlakuan kurang adil kerap diterima. Seperti misalnya yang dirasakan oleh Abdullah Ahmed, seorang pebisnis dari etnis Uighur di Cina.

Satu dekade lalu, Ahmed memutuskan untuk pergi merantau. Tujuannya kala itu adalah Uni Emirat Arab (UEA), salah satu negara kaya minyak di Timur Tengah. Di sana dia membuka usaha dan berhasil mencapai sukses beberapa tahun kemudian.

Waktu terus bergulir, dan tanpa terasa sudah lebih dari 10 tahun berlalu. Dia pun merasa rindu pulang ke Cina dan kampung halaman. Maka Ahmed menetapkan hati untuk mudik belum lama ini.

Akan tetapi sungguh di luar perkiraannya, sesudah turun dari pesawat, perlakuan tidak menyenangkan diterima. "Pihak hotel tidak bersedia menerima saya sebagai tamu," keluhnya.

 

Padahal sebelumnya, saat dia menelepon untuk memesan tempat, pihak hotel memastikan ada kamar untuknya. Namun begitu Ahmed datang, si penerima tamu langsung berkata hotel itu sudah penuh.

 

Tak usah melihat paspor. Penampilan dan identitas nama Ahmed sudah menunjukkan bahwa dia adalah orang Uighur, etnis yang berasal dari keturunan bangsa Turki mayoritas beragama Islam dan tinggal di wilayah Xinjiang. Dan karenanya, tak ada satupun hotel yang mau menampungnya, barang semalam pun!

 

Malam itu tak ada pilihan buat Ahmed; pulang ke kota kelahirannya, Kashgar. Setelah menempuh penerbangan dari Beijing ke Bishkek, Kyrgystan, maka dilanjutkan dengan perjalanan darat melintasi wilayah pegunungan Xinjiang. "Terkadang, hal yang paling aneh adalah kita menjadi orang asing di negara sendiri," ujarnya. Ada kegetiran dalam ucapannya.
'c2~
Sejak Tragedi 11 September, etnis minoritas Uighur di Cina makin menjadi 'anjing kudisan' di negerinya sendiri. Pemerintah Cina berusaha mencari dukungan internasional bagi kampanyenya untuk memerangi 'kaum separatis' Uighur di Xinjiang - dengan menuduh mereka punya kaitan dengan jaringan terorisme internasional.
'c2~
Retorika yang bernada anti-separatis dari Beijing kian meningkat intensitasnya dalam beberapa pekan belakangan. Bahkan, juru bicara kementerian luar negeri, Zhu Bangzhao pernah mengklaim bahwa terdapat bukti keterkaitan etnis Uighur dengan jaringan Usamah bin Laden.
'c2~
Hampir tiap hari, penyisiran di lakukan di wilayah itu. Dua orang warga Xinjiang telah dijatuhi hukuman mati dan banyak lagi yang dipenjara dengan tudingan terlibat jaringan terorisme. ."Mereka (para pemimpin) ingin mengambil keuntungan dari situasi ini dan melakukan pembersihan," tukas Dru Gladney, ahli masalah Asia Tengah pada Asia-Pacific Center for Security Studies yang berkedudukan di Hawaii.
'c2~
Turdi Ghoja, ketua Asosiasi Uighur-Amerika yang berpusat di Washington, juga melontarkan pendapat serupa. "Pemerintah ingin mengambil manfaat dari momentum perang global melawan terorisme dengan melegitimasikan pembunuhan, penyiksaan dan pemenjaraan warga Uighur."
'c2~
Beberapa kalangan mengatakan, pemerintah hingga kini masih tetap bersikap melebih-lebihkan dari substansi sebenarnya. "Segalanya akan selalu menjadi buruk bagi kaum Uighur di Cina," ungkap seorang diplomat Barat.
'c2~
Bagi Turdi, perbagai laporan terkini menyangkut represi terhadap Muslim Uighur pada dasarnya tidak ada yang baru. "Mereka selalu memperlakukan kaum Uighur sebagai musuh."
'c2~
Padahal, kekhawatiran pemerintah Cina terhadap kemungkinan bergabungnya Muslim Uighur dengan umat Muslim dari negara lain -- Taliban atau lainnya -- tak juga terbukti. Begitu pula menyangkut bangkitnya Pan-Turki mulai dari Afganistan hingga ke Asia Tengah, hanya merupakan desas-desus di warung kopi.
'c2~
Kenyataannya, seperti juga ketika Kabul jatuh beberapa hari menjelang Ramadhan, kehidupan terus berlanjut di sana. Mengutip komentar Ahmed saat keluar dari lobi hotel yang menolaknya, "Dunia berputar dengan caranya sendiri, tetapi Kashgar tidak pernah berubah."
'c2~
Bagi Muslim Uighur, yang diharapkannya hanya satu, hidup tenteram seperti warga negara lainnya. "Kami selalu berdoa untuk perdamaian," kata seorang pria tua, sesaat sebelum melangkahkan kakinya ke masjid terdekat.
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900