Islam is not the Enemy - Islamphobia
Thursday, 27 May 2010 08:52
Mereka berunjuk rasa sejak beberapa hari dengan membawa foto-foto kerabat yang meninggal dalam tragedi itu. "Tidak untuk pembangunan masjid!" seru mereka. Menurut seorang pensiunan pegawai pemerintahan New York, Al Santora, lokasi pembangunan masjid adalah tempat dimana anaknya tertimbun dan tewas. "Itu adalah tanah pemakaman," katanya.

Putra Santora yang berusia 23 tahun, Christopher, adalah pemadam kebakaran termuda yang meninggal saat kejadian. "Saya akan selalu punya masalah dengan sebuah masjid di atas tempat di mana teroris bisa melihat dengan puas untuk apa yang mereka lakukan," kata Santora didampingi Maureen istrinya.
Sekitar 150 orang menghadiri pertemuan emosional di Greenwich Street. Beberapa berteriak ke orang lain dengan teriakan, "Jihad! Tolak masjid!" Sementara Ketua Cordoba Institute, Imam Feisal Abdul Rauf, menyatakan masjid yang didirikan dua blok dari gedung WTC itu akan membantu "menjembatani kesenjangan besar" antara Muslim dan Amerika.
"Kami adalah juga warga Amerika, kami adalah Muslim Amerika," kata Rauf. "Banyak dari kita lahir di Amerika Serikat dan kami tidak memiliki aspirasi yang lebih tinggi daripada membesarkan anak-anak kita dalam perdamaian dan keharmonisan di negeri ini."
Ucapannya dibenarkan Kevin Madigan, pastur di gereja St Peter yang terletak satu blok dari masjid. "Tak ada masalah dengan masjid. Kristen, Yahudi, dan Muslim sama-sama berhak untuk bebas beribadah. Kita semua sama," ujarnya.
| Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja