Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 20 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

"Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak". [Al-hadid: 11].

Uni Eropa: Muslim Eropa Alami Diskriminasi

Print PDF

Islam is not the Enemy - Islamphobia

BRUSSEL -- Diskriminasi terhadap Muslim di Eropa ternyata lebih luas daripada yang diberitakan. Terbukti, satu dari tiga Muslim di Eropa mengalami diskriminasi. Demikian diungkapkan badan HAM Uni Eropa (UE), Agency for Fundamental Rights (FRA) seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (28/5).
Dalam survei yang dilakukan di 14 negara anggita UE, FRA menyatakan bahwa sepertiga responden ternyata merupakan korban diskriminasi yang terjadi pada beberapa tahun lalu. Selain itu, sebanyak 11 persen responden juga pernah menjadi korban tindak kejahatan yang bermotif rasial.

''Kami juga menemukan kenyataan bahwa sebagian besar insiden itu tak dilaporkan kepada polisi. Sebab, mayoritas Muslim itu yakin tak akan ada yang dilakukan polisi atas laporan mereka itu,'' demikian keterangan FRA. Menurut FRA, tingkat tertinggi diskriminasi terjadi di tempat kerja, bahkan sudah masuk kategori mengkhawatirkan.

Padahal, kata Direktur FRA, Morten Kjaerum, lapangan pekerjaan merupakan bagian penting dari proses integrasi bagi Muslim dengan masyarakat secara luas di mana mereka tinggal. ''Ini merupakan inti kontribusi yang bisa diberikan para migran Muslim kepada masyarakat. Diskriminasi membuat proses integrasi terganggu,'' katanya.

Kjaerum menambahkan, berdasarkan survei FRA seorang Muslim yang berusia 16 hingga 24 tahun lebih banyak mengalami diskriminasi dibandingkan dengan Muslim yang usianya di luar rentang usia tersebut. Namun, hanya ada perbedaan tipis pada tingkat diskriminasi yang terjadi pada Muslim laki-laki dan perempuan.

Menurut Kjaerum, terungkap pula bahwa 79 persen responden menyatakan tak melaporkan diskriminasi dan kejahatan rasis yang mereka alami kepada pihak berwenang. Pemerintah negara-negara Eropa, mestinya mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk memperkuat mekanisme yang memungkinkan Muslim melaporkan insiden rasis semacam itu.

''Otoritas publik memiliki tanggung jawab untuk mendukung proses integrasi Muslim dengan masyarakat secara luas. Ini termasuk membuat mereka lebih peduli pada hak mereka. Semua korban rasisme harusnya memiliki akses terhadap hukum, bukan hanya pada tataran teori tetapi juga dalam praktik,'' kata Kjaerum menegaskan.

Pemerintah negara-negara Eropa, tambah Kjaerum, mestinya juga meningkatkan kesadaran di antara komunitas Muslim akan hak yang mereka miliki dan bagaimana cara melaporkan kejahatan rasis yang mereka alami. Ia menyatakan ini merupakan survei pertama UE terkait pengalaman para imigran dan etnik minoritas.

Berdasarkan survei tersebut, ujar Kjaerum, diskriminasi terhadap Muslim juga terjadi pada kelompok minoritas yang ada di Eropa. Banyak diskriminasi yang terjadi pada kelompok minoritas. Dan diskriminasi terhadap Muslim di Eropa, ungkapnya, bisa dikatakan sangat menyebar luas.-fer/taq
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900