Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 41 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil (kikir) dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan dibumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 3: 180).

Muslim Tibet Hidup di Pengungsian

Print PDF

Islam is not the Enemy - Islamphobia

Masood Butt adalah seorang Tibet. Dia mengikuti adat yang berlaku di masyarakatnya dengan berbahasa dengan bahasa lokal juga. Dan sama seperti warga Tibet lainnya, ia pembela Dalai Lama, sosok yang diyakini sebagai pemimpin mereka. Hanya satu yang membedakan dia dengan para tetangganya: dia seorang Muslim.

Ibagi pemerintah Cina, tak ada bedanya antara Tibet Muslim dengan Budha, mereka sama-sama dianggap musuh pemerintah. “Kami juga mengalami tekanan. Kami mengalami aneka kekerasan mental dan fisik,” ujarnya.

Tak kuat dengan tekanan yang dialami, ia dan keluarga menyingkir ke Kashmir. “Kini kami menjadi pengungsi,” ujarnya.

Sama seperti Butt, ribuan Muslim asal Tibet, wilayah yang sudah lebih dari 50 tahun di bawah pendudukan Cina, kini hidup dalam pengungsian di berbagai negara. Bahkan generasi berikutnya banyak yang lahir di pengungsian dan tak pernah melihat seperti apa wujud kampung halamannya.

Pengungsi Muslim asal Tibet terbanyak tinggal di India. Saat ini sekitar 2.000 orang tinggal di kaki pegunungan Himalaya dan banyak di antara mereka yang memilih menjadi warga negara India.

Di pengungsian, mereka mendirikan Tibetan Muslim Youth Federation, sebuah badan yang didirikan untuk mendukung kesejahteraan komunitas mereka. Mereka menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak di pengungsian, kesehatan, dan sejenisnya. Mereka juga aktif menggalang solidaritas bagi Tibet.

Harmoni Muslim-Budha
Muslim dan Budha berbagi sejarah yang panjang di Himalaya, di wilayah yang kerap dianggap sebagai atap dunia itu. Islam pertama kali datang sekitar seribu tahun lalu, dibawa oleh rombongan pedagang dari Kashmir. Banyak di antara mereka kemudian memutuskan untuk menetap di Tibet dan menikah dengan warga setempat.

Melalui pernikahan, Islam tersebar. Dakwah yang disampaikan kemudian juga menarik banyak warga Tibet untuk memeluk Islam. Dari sebuah komunitas kecil, Islam berkembang menjadi komunitas besar di banyak tempat.

Komposisi Muslim terbanyak ada di Lhasa, ibu kota Tibet. Bersama umat Budha, Muslim hidup berdampingan secara damai. “Pemerintah Tibet membebaskan warga Muslim untuk menangani urusan-urusan mereka sendiri, tanpa intervensi,” ujar Butt.

Di Tibet, tak ada istilah pembauran yang dipaksakan, begitu Butt mengistilahkan. Kekebasan yang diberikan pemerintah diapreasiasi pendatang Muslim dengan meleburkan diri dalam komunitas setempat, dengan menyerap aneka budaya dan pranata sosialnya.

Pada masa pemerintahan Dalai Lama V, pemerintah menghadiahi komunitas Muslim sebidang tanah di Lhasa. Di atas tanah itu kemudian didirikan masjid pertama dan sekarang menjadi yang terbesar di Tibet. Beberapa tahun kemudian, tiga masjid lainnya berdiri di tiga tempat yang berbeda di Tibet.

Tak hanya itu saja bentuk perhatian pemerintah dan umat Budha bagi warga Muslim. Pemerintah Tibet juga memberlakukan keistimewaan bagi Muslim selama bulan suci Budha . Dalam bulan itu, tak boleh ada konsumsi daging bagi umat Budha. “Tapi khsusu Muslim, mereka bisa tetap mengonsumsinya,” tambah Butt.

Muslim juga memberikan kontribusinya kepada warga Tibet. Nangma, alat musik tradisional Tibet, diyakini sebagai bentuk sumbangan Muslim di bidang kesenian.

Namun harmonisasi Muslim-Budha berantakan setelah invasi Cina tahun 1950-an. Muslim dan Budha diadu domba. Muslim banyak yang ditekan. Tak tahan dengan penderitaan fisik dan mental, mereka lari ke Kashmir. “Kendati hidup di negeri orang, hati kami tertambat di Lhasa.” Ada sesenggukan dalam suara parau Butt.( tri/indiatimes/islamonline)
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900