Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 48 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

"Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak". [Al-hadid: 11].

Jerman Mulai Curigai Para Mualaf

Print PDF

Islam is not the Enemy - Islamphobia

Penangkapan dua mualaf Jerman yang dituduh merencanakan serangan terorisme belum lama ini, berdampak kehidupan para mualaf lainnya di negeri itu. Para mualaf itu kini diawasi dengan ketat, bahkan ada kelompok-kelompok yang memanfaatkan isu ini untuk mendapatkan keuntungan politik.
Kondisi ini mengundang keprihatinan Stefan Reichmuth, seorang profesor di bidang studi Islam, Universitas Ruhr di Bochum, Jerman. Pada Deutsche Welle ia mengatakan, "Anda tidak bisa mengatakan bahwa berpindah agama ke Islam secara implisit membawa kecenderungan seseorang menjadi radikal, " ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan orang-orang dekat di lingkungan para mualaf itu yang membuat mereka menjadi radikal. "Perubahan jarang terjadi secara sendirinya. Perubahan biasanya terjadi dalam konteks karena pertemanan, lingkungan atau jaringan yang ditemui oleh seseorang setelah mereka berpindah agama, " papar Reichmuth.

Seperti diberitakan, pekan kemarin aparat keamanan Jerman mengumumkan telah menangkap tiga orang termasuk dua orang Jerman yang baru memeluk agama Islam, dengan dugaan merencanakan serangan ke bandara internasional Frankfurt dan sebuah basis militer AS di dekat bandara itu.

Setelah penangkapan itu, menteri dalam negeri Jerman yang akan dicalonkan menjadi perdana menteri Günther Beckstein menyarankan agar dilakukan pemantauan terhadap warga Jerman yang menjadi mualaf. Menurut data kementerian dalam negeri Jerman, saat ini ada sekitar 15. 000 sampai 40. 000 warga Jerman yang berpindah agama ke Islam. Bahkan diperkirakan jumlahnya lebih besar dari data resmi, yaitu antara 60. 000 sampai 80. 000 orang Jerman yang menjadi mualaf. Jerman sendri memiliki sekitar 3, 2 juta warga Muslim yang kebanyakan berasal dari Turki.

Terkait saran Beckstein, Ketua Liga Muslim Jerman Michael Muhammad Abuh Pfaff menyatakan bahwa saran untuk memata-matai para mualaf di Jerman hanya untuk menarik simpati politik.

Ia menegaskan, hanya segelintir mualaf saja yang memiliki pandangan-pandangan yang radikal. "Dari semua mualaf di Jerman, kita hanya membicarakan sekitar 25 atau lebih mualaf yang masuk dalam katagori radikal, " kata Pfaff, 42, yang masuk Islam pada usia 18 tahun.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Reichmuth. Ia mengungkapkan, kebanyakan yang masuk Islam adalah kaum perempuan Jerman yang menikah dengan Muslim dan pandangan-pandangan radikal hampir tidak pernah terjadi pada kaum perempuan Jerman yang pindah agama ke Islam.

Pfaff menambahkan, faktor utama munculnya sikap radikal di segelintir warga Muslim adalah faktor ketidakadilan dan itu bisa terjadi di kalangan agama apa saja. Ia mencontohkan kasus Gudrun Ensslin dari kelompok Tentara Merah, salah satu kelompok teroris yang melancarkan aksi "Autumn of Terror" 30 tahun yang lalu.

Ensslin, kata Pfaff, adalah anak perempuan dari seorang pastor beragama Protestan yang menjadi radikal setelah bergabung dengan kelompok kiri yang tidak puas dengan kondisi masyarakat Jerman.

Pfaff menegaskan, kebijakan memata-matai para mualaf di Jerman hanya akan memicu sikap Islamofobia. "Orang Turki bisa saja kembali ke Turki, orang Mesir kembali ke Mesir. Tapi buat kami, para mualaf, Jerman adalah rumah kami. Itulah sebabnya saya memiliki keinginan khusus untuk melihat bahwa hak-hak kami juga dilindungi, " tukasnya. (ln/iol)
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900