Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 33 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

"Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak". [Al-hadid: 11].

Ramadhan di Amerika Serikat

Print PDF

Islam is not the Enemy - Islamphobia

Gundah dan kecewa. Inilah yang dirasakan umat Islam di Amerika Serikat pada Ramadhan tahun ini. Mereka pantas kecewa karena sejumlah cendekiawan dan ulama dari luar negeri yang diundang untuk berceramah dan menjadi imam shalat Tarawih di negara itu tak mendapatkan izin masuk.
Ada juga yang sudah berada di AS kemudian dideportasi. Ini tentu membuat kekecewaan yang makin dalam. Larangan dan deportasi terhadap sejumlah ulama asing di AS tentu berimbas pada rencana kegiatan secara keseluruhan. Jadwal yang telah disusun oleh sejumlah pusat kegiatan Islam selama Ramadhan kemudian harus diubah.

''Kami membutuhkan jawaban dari Pemerintah AS atas kebijakan yang mereka lakukan,'' ungkap Nihad Awad, direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR).

Menurut Awad, sejumlah cendekiawan dan imam yang diundang oleh umat Islam AS tak diberi akses masuk. Namun, hingga kini pemerintah tak memberikan penjelasan atas langkahnya itu. Kasus itu juga menimpa Ismail Mullah.

Mullah yang kelahiran Gujarat, India, kini tinggal di Afrika Selatan. Menurut Awad, dia harus kembali ke negaranya meski telah sampai di Bandara Internasional Dulles. Dengan demikian, Mullah tak jadi memberikan ceramah dan gagal memimpin shalat Tarawih.

''Kami ingin agar semua orang taat hukum. Kami juga ingin menjaga keamanan negara. Namun, pada saat yang sama hal ini mestinya tak dilakukan dengan melanggar hak-hak orang lain. Mestinya AS menjadi negara yang terbuka,'' kata Awad.

Hal lain yang menjadi pertanyaan, kata Awad, adalah pemerintah menunggu dulu para cendekiawan dan imam itu tiba di AS. Namun, kemudian pemerintah menolak atau tidak memberi izin masuk. Bila sebelumnya pemerintah menginformasikan itu maka pihak pengundang dapat segera mencarikan gantinya.

Awad mengakui sejak peristiwa 11 September 2001 Pemerintah AS tak memberikan visa bagi sejumlah cendekiawan Muslim ternama, termasuk dari Arab. Mereka dicurigai memberikan dukungan pada kelompok-kelompok teroris.

Menurut Awad, baru-baru ini cendekiawan Muslim Tariq Ramadhan juga tak diizinkan masuk ke AS. Pemerintah AS menuduh Ramadhan telah memberikan donasi sebesar 600 euro ke sebuah lembaga kemanusiaan resmi di Prancis. Donasi ini sebagai bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Pada 2005 lalu cendekiawan Muslim asal Inggris, Zaki Badawi, juga mengalami hal yang sama. Ia tidak diizinkan masuk ke AS dan tertahan di Bandara John F Kennedy, New York. Dia mestinya memberikan kuliah tentang hukum dan agama di Chautauqua Institution.

Pada akhirnya Pemerintah AS memang meminta maaf dan mencabut larangan masuknya Zaki Badawi ke AS. Zaki kemudian diizinkan datang ke AS kapan pun. Yusuf Islam juga pernah mengalami hal yang sama ketika tak diperbolehkan masuk AS pada September 2004.

Batalnya Ismail Mullah masuk ke AS membuat Islamic Community Center of Nothern Virginia, lembaga pengundang, harus mencari penggantinya. Panitia harus mengubah jadwal dalam jangka waaktu yang sempit. Setelah kebingungan mencari, lembaga ini menggandeng dua remaja lokal yang hafal Alquran.
Dua remaja itu adalah Aman Chhipa (13) dan Uzair Jawed. Chhipa mengatakan setelah ditunjuk sebagai pengganti merasa bingung harus bagaimana mengemban tugas tersebut. ''Saya grogi sebab saya berpikir tak bisa menjalankan tugas itu,'' jelas Jawed seperti dilansir islamonline.com.

Chhipa dan Jawed ini menggantikan tugas Mullah Ismail. Seorang jamaah, Fahad Mirza, mengatakan sangat berbeda tentunya ketika Tarawih dipimpin oleh seorang pemuda dengan cendekiawan ternama. ''Mereka memang hebat, tetapi ini dilakukan karena tak ada pilihan,'' katanya.

Baik Awad maupun Nasir Chhipa yang juga merupakan direktur Islamic Community Center for Nothern Virginia mengakui memang ada hikmah di balik peristiwa ini. ''Dari kejadian ini kita memang harus memiliki cendekiwan yang lahir dari komunitas sendiri,'' ujarnya.

Selain merasa kecewa dengan kebijakan Pemerintah AS, umat Islam di AS juga agak kecewa karena awal Ramadhan tak seragam. Dengan demikian, Idul Fitri juga tak dapat dirayakan pada hari yang sama. Padahal, banyak kalangan Muslim yang ingin hal itu terjadi.

''Saya semula berharap bisa hidup dan melihat pada saat Muslim Amerika mulai menjalankan puasa pada hari yang sama. Kemudian, merayakan Idul Fitri juga pada hari yang sama pula,'' jelas Muhammad Roweida, seorang Muslim yang tinggal di California.

Roweida mengatakan Muslim di AS memang memiliki masalah yang sama setiap Ramadhan tiba. Sejumlah masjid menetapkan hari pertama puasa berbeda dengan sejumlah masjid lainnya. Bahkan, ada yang berbeda dua hari dibandingkan masjid lainnya.

''Saya selalu berharap paling tidak di kota saya tinggal puasa dapat dilakukan pada hari yang sama. Demikian pula dengan perayaan hari raya Idul Fitri,'' kata Roweida.

Sudah lama

Islam sebenarnya telah lama bersentuhan dengan kehidupan AS. Ini terbukti dengan adanya migrasi yang dilakukan orang-orang Syiria Besar, kini yang termasuk di dalamnya adalah Suriah, Yordania, Palestina, dan Libanon. Mereka datang ke AS pada 1875 hingga 1912.

Kemudian, datang gelombang migrasi kedua, yaitu pada akhir Perang Dunia I atau setelah runtuhnya Dinasti Usmaniyah. Gelombang ketiga datang sepanjang 1930-an. Gelombang keempat muncul pada 1947-1960 dalam jumlah besar. Mereka tak hanya dari Timur Tengah, tapi juga dari India, Pakistan, Albania, Yugoslavia, dan Uni Soviet.

Gelombang terakhir terjadi setelah 1965 atau bertepatan setelah AS menghapus sistem kuota bagi pendatang. Mereka datang dari negeri-negeri yang dilanda konflik, termasuk Irak, Afghanistan, dan Bosnia. Meski demikian, umat Islam di AS merupakan minoritas, sekitar enam jutaan jiwa. Secara persentase umat Islam di AS berada pada urutan kedua setelah umat Kristen, menggeser kaum Yahudi.

Adapun komposisi umat Islam di Amerika secara etnis adalah 45 persen Afro-Amerika, 26 persen dari Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan), 10 persen Arab, 1,8 persen kulit putih, dua persen Turki, tiga persen Iran, 2,2 persen Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina), enam persen Afrika, dan empat persen dari etnis lain.
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900