Islam is not the Enemy - Islamphobia
Saturday, 16 September 2006 08:32
"Paus justru ingin menumbuhkan sikap menghormati dan dialog antara agama dan kultur lain, termasuk Islam, tentu saja," kata Lombardi seperti dikutip kantor berita Italia, ANSA, Jumat (15/9/2006).
Dalam pidatonya, Paus mengutip pernyataan seorang kaisar Kristen ortodoks abad ke-14, Kaisar Manuel II Palaeologus, yang mengatakan, Muhammad cuma membawa hal-hal "jahat dan tidak manusiawi ke dunia seperti perintahnya untuk menyebarkan ajarannya dengan pedang".
Menyadari sensitifnya isu ini, Paus dua kali menekankan bahwa dirinya hanya mengutip pernyataan orang lain. Pemimpin tertinggi gereja Katolik itu tidak menyebutkan apakah dirinya setuju atau tidak dengan pendapat itu.
Sejumlah figur Islam langsung mengecam keras pidato Paus tersebut. Pejabat keagamaan Turki bahkan mendesak Paus untuk minta maaf. Seorang pemimpin muslim di Mesir juga menyerukan negara-negara untuk memutuskan hubungan dengan Vatikan jika Paus tidak menarik ucapannya. (Rita Uli Hutapea - detikcom/15/09/2006)
| < Prev | Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja