Masjid Alicante, Spanyol, Bakal Ditutup
Islam is not the Enemy -
Islamphobia
Thursday, 22 September 2005 05:00
ALICANTE -- Muslim di Alicante, Spanyol, tidak dapat lagi shalat jamaah di masjid. Satu-satunya masjid milik mereka, Masjid Alicante, bakal segera ditutup oleh pihak berwenang di Spanyol. Alasan penutupan itu tidak dijelaskan secara rinci oleh otoritas pemerintah setempat.
Dua pekan ini komunitas Muslim telah melayangkan surat permohonan penundaan penutupan masjid. Setelah imam masjid menemui pejabat pemerintahan setempat, permohonan itu dikabulkan. Hingga saat ini mereka tak habis pikir mengenai alasan penutupan itu, karena secara legal dan perizinan, tak ada masalah.
'c2~
Penutupan masjid tersebut sebenarnya harus dilakukan awal September mendatang. Hasil negosiasi, penutupan baru akan dilakukan setelah Ramadhan tahun ini.
'c2~
Dalam pernyataan yang dikirim ke kantor berita Spanyol, EFE, pejabat kota Alicante mengaku sudah mengirimkan surat perintah penutupan pada pengelola masjid. Namun pemuka warga Muslim setempat, Najid Khadim menyatakan belum menerima surat tersebut.
'c2~
Khadim menyatakan, tak ada masalah yang berarti dalam aktivitas masjid. Kalau pun ada sedikit masalah, hanyalah berupa pintu darurat di salah satu sisi masjid yang diprotes warga sekitar. Warga menuding, masjid itu menjadi tempat pengkaderan teroris.
'c2~
Masjid Alicante berdiri sejak lima tahun lalu. Masjid ini mampu menampung 500 jamaah. Saat bulan suci Ramadhan datang, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan Muslimin Alicante dan sekitarnya.
'c2~
Di Spanyol, pendirian dan pengoperasian rumah ibadah tidak perlu memiliki izin tertulis. Namun kenyataannya, warga Muslim di sejumlah kota di Spanyol selalui menemui kesulitan untuk membangun masjid bahkan untuk menunjukkan identitas mereka sebagai Muslim. Kondisi ini makin buruk saat terjadi peristiwa ledakan bom di sebuah kereta di Madrid pada Maret 2004 lalu.
'c2~
Di Seville, proyek pembangunan masjid agung terpaksa dihentikan setelah warga sekitar menyatakan keberatan. Protes anti pembangunan masjid di Seville bahkan sudah sampai pada tahap yang ekstrim, dengan melemparkan kepala babi ke lokasi pembangunan masjid tersebut.
"Waskat" Masjid di Belanda
'c2~
DEN HAAG -- Pengawasan melekat pemerintah Belanda terhadap masjid-masjid diperketat. Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkende meyaksikan penandatanganan tatacara itu sebagai jawaban atas 'kontrak sosial' yang ditandatangani antara otoritas pemerintah Belanda dengan masjid-masjid setelah munculnya tindak kekerasan terhadap sejumlah warga Muslim minoritas.
'c2~
Inti MoU itu antara lain berisi kewajiban masjid-masjid untuk melaporkan pada aparat berwenang begitu membaca 'elemen-elemen radikal' jamaahnya. Semua buku-buku yang beredar di dalam masjid harus melalui mekanisme sesor terlebih dulu.
'c2~
Berdasarkan ketetapan itu, para imam akan mendapatkan pelatihan bahasa Belanda dan bagaimana mengenali 'tingkah laku radikal'. Selain itu, para imam secara khusus juga diminta waspada dalam menyampaikan 'ayat-ayat tertentu' yang terdapat dalam Alquran.
'c2~
Masjid-masjid juga harus menawarkan pendampingan bagi para orang tua yang anak-anaknya dinilai berpotensi menjadi ekstremis. Jika konsultasi dan nasihat yang diberikan tidak membawa perubahan pada si anak, maka pihak masjid berhak melaporkannya ke aparat berwenang.
'c2~
Sebagai penghargaan atas kesediaan masjid-masjid menerapkan code of conduct itu, dewan lokal akan menyediakan kantor khusus untuk meningkatkan status warga Muslim dan mengatasi masalah diskriminasi yang mereka alami.
'c2~
Masjid yang ikut terlibat dalam penyusunan aturan main itu adalah Masjid Aya Sofya yang dikelola oleh komunitas Muslim imigran asal Turki. Dua masjid lainnya adalah masjid yang dikelola Muslim Maroko dan Muslim Pakistan. Namun hanya masjid Muslim Turki yang menandatangani code of conduct tersebut awal pekan ini.
'c2~
Pengurus masjid Aya Sofya mengatakan, klausul yang menyebutkan bahwa jamaah masjid harus melaporkan perilaku yang mencurigakan pada aparat kepolisian, masih sulit mereka terima. "Tapi inilah yang harus dilakukan oleh setiap orang ketika ada ancaman," kata Fatih Dag, pengurus masjid Aya Sofya.
Fatih Dag menambahkan, Muslim yang ingin mendorong adanya demokrasi menghadapi resiko menjadi target orang-orang radikal. 'Kita juga terancam oleh terorisme seperti warga Belanda lainnya. Perang melawan radikalisasi harus menjadi proyek semua kalangan masyarakat di mana setiap orang punya tanggung jawab," kata Dag.