Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 33 guests and 1 member online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Khalifah Umar RA.)

Nikmatnya Menjadi Pelayan Masjid Nabawi

Print PDF

Islam is not the Enemy - Dunia Islam

MADINAH -- Udara di sekitar Masjid Nabawi masih terasa dingin pada dinihari menjelang salat subuh. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Afifudin, karena itu dia tetap berjalan berulang-ulang sembari membersihkan mesjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW itu.

Masjid"Saya baru tiga bulan bekerja di Masjid Nabawi, tapi teman-teman dari Indonesia cukup banyak," ucap Afifudin yang berasal dari Pandeglang, Jawa Barat.

Menurut bapak seorang anak itu, ada sekitar 700-an WNI (Warga Negara Indonesia) dari sekitar 3000 orang "pelayan" mesjid yang dibangun pada 662 M.

"Gaji sebagai tukang bersih Tanah Haram (Mesjidilharam dan Masjid Nabawi) dari keluarga Bin Laden, hanya cukup untuk makan-minum dan ke sana kemari," tuturnya.

Namun, katanya, sejumlah jemaah Masjid Nabawi yang salat kadangkala memberikan tips kepada para "pelayan" mesjid yang dibangun setelah nabi hijrah dari Makkah ke Yasrib (Madinah). "Karena itu, saya juga dapat mengirimkan uang ala kadarnya buat anak dan isteri di Tanah Air," katanya.

Kendati demikian, ia mengaku ada keuntungan lain menjadi "pelayan" Tanah Haram. "Keluarga Bin Laden juga tahu kalau orang-orang Indonesia yang bekerja di Tanah Haram itu mempunyai tujuan untuk ibadah haji dan umroh. Itu berbeda dengan 'pelayan' Tanah Haram dari negara lain yang semata-mata mencari uang," ungkapnya.

Afifuddin tidak sendirian, mengingat banyak WNI yang bekerja seperti dirinya, baik sebagai pembersih lantai, pembersih mushaf Alquran, penyedia air zamzam di dalam mesjid, pengatur karpet untuk salat, penjaga toilet mesjid, dan sebagainya.
Bahkan, WNI yang bekerja di Mesjidilharam (Makkah) terlihat lebih banyak jumlahnya hingga mencapai 1.000 orang lebih dari sekitar 5.000-an pekerja.

Umroh berkali-kali

Pengakuan yang sama juga dikemukakan pekerja yang membersihkan Mesjidilharam yang sudah enam bulan bekerja, Abdullah, yang berasal dari Mataram, NTB.

"Pekerja di Tanah Haram itu dari banyak negara, seperti Indonesia, India, Pakistan, dan Bangladesh," tegasnya.
Ia mengaku dirinya memanfaatkan masa kerja untuk melaksanakan "haji kecil" (umroh) pada bulan Ramadan, sedangkan "haji besar" pada musim haji (Dzulhijjah).

"Gaji sebagai tukang bersih Tanah Haram dari keluarga Bin Laden hanya cukup untuk biaya hidup yang sehari-hari memang mahal, karena itu hanya bisa kirim sedikit ke Tanah Air, tapi keluarga memaklumi dan bahkan senang, karena dirinya bisa haji dan umroh berkali-kali," katanya, tersenyum.

Barangkali, pengakuan Afifuddin dan Abdullah itu ada benarnya, karena itu orang Indonesia yang ingin bekerja di Tanah Haram terus bertambah.

"Saya sering mengirim orang Indonesia untuk bekerja di Tanah Haram, bahkan setiap minggu selalu ada pesawat terbang yang mengangkut pekerja Indonesia kemari," kata perwakilan pengerah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Tanah Suci, Muhdor.

Pengerah TKI asal Pasuruan, Jawa Timur itu mengaku TKI yang datang ke Tanah Suci umumnya memang menjadi "tenaga kasar." "Ada yang menjadi sopir, pelayan mesjid, dan tenaga kasar lainnya, sedangkan untuk menjadi perawat atau staf di perhotelan agaknya masih sangat sedikit, karena kendala bahasa," ujarnya.

Namun, ia membenarkan WNI yang bekerja di Tanah Haram umumnya memang mempunyai target yang lebih dari sekedar bekerja yakni haji dan umroh. "Bahkan, pelayan Masjidilharam dan Masjid Nabawi yang tidak ada waktu untuk haji atau umroh karena giliran kerja yang ketat justru rela mencari badal (pengganti)," katanya.

WNI umumnya mau memberikan separo gajinya kepada "pelayan" Masjid Nabawi dan Masjidilharam dari negara lain untuk sekedar bisa menunaikan ibadah haji dan umroh. "Itulah enaknya (haji/umroh), sekalipun harus membayar orang lain," kilahnya. - ant/ah
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900