Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 27 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Khalifah Umar RA.)

“Yokatta, Tak Ada Hari Coklat”

Print PDF

Hikmah & Kajian - Oase Iman

Di Jepang, Valentine Day juga merebak di negeri ini. Uniknya kaum wanita lah yang akan menyerbu toko coklat, boneka Teddy Bear coklat atau permen coklat, pokoknya yang ada coklatnya. Terutama bagi kaum muda, begitu takutnya dibilang tidak punya kekasih, mereka juga bersedia membuat kue coklat sendiri. Sampai berusaha mencari katalog bentuk aneka ‘heart’ si lambang cinta, jauh-jauh hari. Aih, repotnya wanita Jepang ini.

Tahukah untuk siapa mereka membeli atau membuat coklat? Mudah menebaknya; jelas untuk pria! Katanya: “Untuk ungkapan rasa sayang kepada kekasih pujaan hati.” Kadang juga diberikan kepada banyak pria, dengan harapan salah satu bersedia melirik dirinya. Jadi ujung-ujungnya soal cinta-cintaan. Entah apa isi ajaran itu, jadi mudah menyebar, peminatnya tinggi. Biasanya tepuk sorai setan sangat membahana di areal maksiat bukan?

Ada coklat bernama ‘giri choco’ alias coklat bukan berdasarkan cinta. Wanita, baik sudah menjadi ibu atau usia belia, Menjadi mangsa empuk, tetap ‘dipaksa’ membeli coklat. Walau sudah mengaku berkeluarga atau tidak punya kekasih hati, wanita ‘harus beli’ coklat. Yang pintar dan untung yah bos coklat. “Ayo beli produk kami!” kira-kira begitu inti marketing penjualannya. Pokoknya toko coklat mengeruk kocek penuh di hari itu.

Di Jepang apa saja laku! Bazar mie goreng Indonesia alakadarnya saja laris manis. Sepertinya orang Jepang suka makanan dan budaya unik. Bagaimana dengan tanah air? Ternyata sama saja, mudah sekali men-copy paste budaya luar negeri untuk dikonsumsi, seperti hari valentine begini. Anggap orang Jepang tak urusan dengan agama. Tapi kita? Naif sekali kalau sebagai muslim ikut berpesta. Padahal di berbagai media, juga Era Muslim, sudah sering mengusung berita pencerahan ini, tiap tahun!

*

Saya dan satu gadis kecil di rumah, tidak repot beli coklat. Teman sekolah anak sering bertanya (tiap tahun) “Coklat apa yang akan kamu beli atau buat besok?” Anak-anak hanya menjawab: “Kami muslim”. Kebetulan guru wali kelas tak sengaja ikut mendengar jawaban sederhana si adik. Dan jawaban tersebut dikonfirmasi ke rumah kami. Saya menjawab mudah; bahwa setiap hari di rumah kami berlaku kasih sayang. Memberi hadiah yang diajarkan agama Islam, jauh lebih hakiki, bukan sebentuk coklat yang mudah lumer itu.

“Tuntunan yang dibawa oleh Rosululullah Muhammad SAW, satu-satunya tauladan umat muslim. Kami tidak mengikuti ajaran St.Valentine yang bukan muslim. Dan untuk merayakan dalam bentuk materi (hadiah) tiap tahun juga ada dalam Islam. Pada saat kita mengeluarkan zakat fitrah dan berkorban. Memberikan materi kepada orang yang sungguh memerlukan, tanpa mengharap sesuatu, kecuali ridho Ilahi.”

*

Sebagai muslim kita melimpahkan dan menunjukan kasih sayang sepanjang tahun. Satu hari lima kali. Betapa tidak, bacaan sholat adalah puja-puji kita kepada Tuhan yang telah mencintai kita sepanjang waktu. Hadiah do’a yang kita panjatkan pun, satu hari lima kali untuk orang-orang terkasih dan kita sayangi. Tak terbatas kepada keluarga inti sebagai kekasih saja. Tapi kepada semua muslim dan umat manusia agar memperoleh hidayah-Nya.

Jum’at 13 Februari kemarin, ketika di kelas anak bungsu kami, banyak murid meminta izin pesta Valentin. Dan guru wali kelas itu mengatakan: “Kita bangsa Jepang pemeluk Budha, bukan Kristiani. Valentin dirayakan oleh pemeluknya.” Kelas riuh rendah kecewa. Tapi senyum mengembang di bibir anak kecil perempuan itu. Karena ia tak pusing ditanya kenapa tidak membeli coklat. Pulang sekolah tadi, ia berucap dengan sumringah; “Yokatta, tak ada hari coklat ma!” (end)

**
Note: Yokatta: untung, syukur.
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900