Wednesday, 05 November 2008 19:49
Nama Mbak?Lestari
Sudah berapa lama Mbak berjualan jamu gendong?
Sejak saya lulus SMP
Usia Mbak sekarang berapa?
Sembilan belas tahun.
Kenapa memilih dagang jamu daripada nerusin sekolah?
Ya nggak ada biaya. Sebenarnya sih saya pingin sekolah lagi. Karena nggak ada biaya, biar adik saya saja yang terus sekolah.
Adik Mbak ada berapa?
Satu
Sekarang sekolah di mana?
SMP di kampung.
Kampungnya di mana?
Boyolali.
Di Jakarta Mbak tinggal di mana?
Di Tanah Kusir sama Mas (kakak, red).
Tiap hari Mbak dagang jamu?
Ya. Kecuali Minggu, dagangnya sore.
Dari jam berapa Mbak keluar rumah?
Dari jam tujuh pagi sampai jam sebelas siang.
Dari Tanah Kusir sampai ke Pondok Indah sini naik apa?
Jalan kaki. Saya biasa keliling ke pelanggan ya dengan jalan kaki.
Berapa penghasilan per harinya Mbak?
Lima puluh ribu.
Anak Mbak berapa?
Saya belum menikah.
Sejak kapan Mbak pakai jilbab?
Baru. Sejak bulan Ramadhan kemarin.
Kenapa Mbak pakai jilbab?
Karena dalam Surah Al-Ahzab, Allah memerintahkan wanita muslimah untuk memakai jilbab supaya tidak diganggu.
Memangnya sering diganggu, Mbak?
Waduh, sering. Tapi alhamdulillah, sejak pakai jilbab sudah tidak lagi. Paling-paling, mereka menggoda saya dengan salamu'alaikum.(mnh)
| < Prev | Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja