Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 38 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Tidak ada yang pasti terjadi di dunia kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian

Puasa di Belanda

Print PDF

Hikmah & Kajian - Oase Iman

Tahun ini menandai lima kali Ramadhan saya habiskan di negeri tulip dan windmolen. Masyarakat Indonesia lebih mengenal windmolendengan istilah kincir angin, ya betul, kincir angin negeri Belanda, negeri datar yang hampir seluruh daratannya lebih rendah dari permukaan samudra. Di tanah datar ini bunga tulip menyebarkan aroma khas pariwisata ke seluruh penjuru dunia. Tulip adalah Belanda.

Belanda, negara relatif kecil di Eropa Barat, dengan penduduk hampir 17 juta jiwa. Satu juta di antaranya adalah kaum muslimin yang sebagian besar adalah imigran asal Maroko, Turki, Iraq, Somalia, dan juga Indonesia. Tidak dipungkiri, hubungan sejarah Indonesia dan Belanda selama masa kolonial menjadikan pendatang maupun budaya Indonesia cukup mudah ditemui di negeri ini.

Ramadhan di Belanda, sebagaimana di negeri sub tropis lainnya, membutuhkan perjuangan ekstra. Selain kultur budaya dan agama yang berbeda, faktor alam pun membuat banyak perbedaan. Karena letak geografis Belanda jauh di sebelah utara garis katulistiwa, pada musim panas waktu siang jauh lebih panjang dibanding waktu malam. Tahun ini Ramadhan jatuh pada akhir musim panas di mana waktu maghrib tiba hampir pukul 21.00 malam dan subuh pada pukul 4.30 dini hari. Sehingga total waktu berpuasa tahun ini hampir 17 jam, jauh lebih panjang dibanding waktu berpuasa di Tanah Air.

Bagi saya di tahun kelima ini, Ramadhan di Belanda sudah menjadi biasa. Tidak ada lagi rasa kaget dan sepi ketika puasa dan berbuka, yang sering saya rasakan dulu ketika datang pertamakali ke negeri ini. Semarak aktivitas kaum muslimin di negeri Belanda sepanjang Ramadhan membuat saya tetap merasa feeling at home, walau tentu saja ada kerinduan tersendiri mendengarkan suara adzan bersahutan seperti di Tanah Air, karena di Belanda suara adzan umumnya dikumandangkan hanya untuk di dalam masjid.

***

Groningen, kota pelajar di utara Belanda, di sini pertama kali saya habiskan Ramadhan dua tahun pertama. Kota kecil nan damai inilah yang pertamakali merubah rasa sepi, rindu, dan terasing ketika datang ke negeri ini. Komunitas muslim di kota ini luar biasa hangat dan erat. Setiap akhir pekan selama Ramadhan selalu diadakanbuka bersama oleh deGromiest – deGroningen Indonesian Moslem Society, komunitas Muslim yang terdiri dari para mahasiswa, pekerja, maupun mukimin asal Indonesia yang telah lama menetap di sekitar area Groningen.

Tidak jauh dari area Rijks Universiteit Groningen, ada sebuah rumah yang telah lama dijadikan masjid oleh warga muslim Groningen asal Maroko. Masjid ini dapat menampung sekitar 500 jamaah. Selama Ramadhan masjid ini penuh oleh jamaah tarwih maupun tadarrus Qur’an. Kami biasa memanggil masjid ini dengan masjid Selwerd. Selalu saya ingat pertama kali datang ke masjid ini adalah jabat tangan erat dan senyuman khas orang Maroko, sambutan yang biasa mereka berikan sebagai tanda ukhuwah dan persaudaraan.

Den Haag, kota pemerintahan, tempat sang Ratu Beatrix bermukim dan bekerja. Kota ini identik dengan masyarakat Indonesia karena mudah ditemui rumah makan, toko, maupun warga asal Indonesia. Dekat dengan pusat kota, berdiri megah masjid Al-Hikmah, masjid yang dibangun olehKBRI dan warga Indonesia. Seperti halnya masjid-masjid lain, selama Ramadhan masjid ini pun semarak dengan ibadah shalat, tadarrus, tarwih, dan buka puasa.
 

Amsterdam, ibu kota Belanda sekaligus ikon pariwisata. Di sana semarak Ramadhan menemukan gairahnya. Sebuah organisasi Islam masayarakat Indonesia setiap tahun melaksanakan aktifitas Ramadhan dan tarwih bersama, tidak tanggung-tanggung, mereka selalu mendatangkan imam dan penceramah dari Tanah Air. Suatu kali seorang imam yang hafidz Qur’an datang dengan bacaan yang indah menggetarkan kalbu.

Karena kagum dengan hafalan dan bacaan Qur’an sang imam asal Indonesia ini, seorang wanita Maroko meminta sang imam untuk menikahinya. Sang imam telah berkeluarga, terimakasih ia ucapkan, dengan sopan ia menolaknya. Sumbangan mengalir deras dari para jamaah untuk sang imam yang memiliki yayasan da’wah dan pendidikan di Indonesia. Satu kali terlihat pula sebuah sepeda motor langsung dihibahkan seorang jama’ah tarwih sebagai infaq bagi perjuangan sang imam di Tanah Air.

Utrecht, kota central di tengah Belanda. Di sini ada Stichting Generasi Baru dan Yayasan Bina Dakwah. Mereka semua yayasan yang didirikan oleh masyarakat mukimin Indonesia di Utrecht. Selama Ramadhan kedua yayasan itu bekerjasama membangun semarak ibadah tarwih dan buka bersama.

 ***

Semarak Ramadhan di Belanda memang luar biasa. Para buleBelanda pun sudah maklum karena intensitas hubungan mereka dengan kaum muslim yang cukup besar. Dalam keseharian, nuansa sinis ala Geert Wilders jarang saya temui, alhamdulillah. Bagi saya sejauh ini, orang Belanda adalah keramahan dan kebebasan beragama.

Suatu pagi, seorang kolega saya di kantor, menawarkan secangkir kopi, minuman penyegar nan hangat yang sangat populer di Belanda. Dalam sehari orang Belanda bisa menghabiskan lima cangkir kopi. Saya tidak suka minum kopi, namun karena sering ditawari, akhirnya sekali-kali saya minum juga. Ini salah satu kebiasaan baik orang Belanda, setiap mereka pergi untuk ambil minum, mereka juga selalu menawarkan minuman untuk orang lain.

‘’Something to drink?’’

‘’No, thanks’’

‘’Are you fasting?, also not drinking? ‘’

Si bule Belanda ini geleng-geleng kepala, rupanya ia pikir saya puasa hanya tidak makan saja, dia sekarang sadar saya pun tidak minum. Sepanjang bulan Ramadhan itu si bule ini selalu melewatkan saya ketika ia pergi untuk minum kopi, sambil tersenyum ia bilang,

‘’Tot volgende maand’’

‘’Sampai (ketemu kopi) bulan depan’’

***

Eko Hardjanto, Eindhoven, 4 Ramadhan 1429 H

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900