Ayah, Tolong Matikan Rokoknya !
Hikmah & Kajian -
Jendela Keluarga
Tuesday, 31 May 2005 15:00
SUATU ketika Umar bin Khathab ra. pernah berkata, "Bayangan tongkat tidak akan pernah lurus, kecuali kalau batang tongkat itu lurus". Pendapat Umar ini sesuai pula dengan sebuah pepatah, "Sedirham teladan jauh lebih baik daripada seqintar nasihat".
Dalam kaitannya dengan kehidupan keluarga, kedua kata hikmah ini mengandung sebuah pelajaran bahwa orangtua memiliki peranan penting dalam membentuk aspek kejiwaan anak. Entah itu yang sifatnya baik, maupun buruk.
Kita semua sama-sama tahu bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah yang sehat. Kemudian ia terpengaruh oleh lingkungan, hingga terjadi peniruan terhadap semua yang dilihatnya. Kalau ia dibesarkan oleh orangtua yang merokok siang dan malam, kemungkinan besar ia pun akan menjadi seorang perokok. Secara tidak sadar ia akan meniru apa yang dilakukan kedua orangtuanya tersebut.
Pengaruh orangtua kepada anak dalam hal merokok, tidak kalah hebatnya dengan pengaruh lingkungan negatif yang melingkupi kehidupannya. Bahkan, sekarang terdapat sebuh kecenderungan di mana usia mulai merokok setiap tahunnya semakin muda. Bila dulu orang mulai berani merokok biasanya mulai SMP maka sekarang dapat dijumpai anak-anak SD kelas 5 sudah mulai banyak yang merokok secara diam-diam.
Salah satu temuan tentang anak perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, di mana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, 1999:294).
Remaja yang berasal dari keluarga konservatif yang menekankan nilai-nilai sosial dan agama dengan baik dengan tujuan jangka panjang lebih sulit untuk terlibat dengan rokok atau obat-obatan dibandingkan dengan keluarga yang permisif. Selain itu yang paling kuat pengaruhnya adalah bila orang tua sendiri menjadi figur contoh yaitu sebagai perokok berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk mencontohnya. Perilaku merokok lebih banyak di dapati pada mereka yang tinggal dengan satu orang tua (single parent). Remaja akan lebih cepat berperilaku sebagai perokok bila ibu mereka merokok dari pada ayah yang merokok, hal ini lebih terlihat pada remaja putri (Al-Bachri, Buletin RSKO, tahun IX, 1991 dalam Mu'tadin, 2002).
BUKAN rahasia lagi, bila rokok akan menimbulkan dampak buruk bagi orang yang melakukannya. Sedangkan bagi seorang anak, rokok dapat menghambat pertumbuhan jasmani, kecerdasan, dan tingkat kemahirannya, selain dapat menurunkan semangat belajar. Jangan lupa pula, rokok adalah langkah awal menuju narkotik dan minuman keras!
Salah satu organisasi anti penyakit TBC di Syria mengeluarkan sebuah pernyataan tentang bahaya merokok. Disebutkan bahwa:
Pada saat seseorang merokok berarti ia telah menyimpan dalam tubuhnya sekitar 80% sampai 90% asap, sisa-sisa pembakaran tembakau antara lain tar yang berkumpul pada saluran pernapasan. Tar terdiri dari bermacam unsur kimia yang bisa menimbulkan penyakit kanker. Sebagian unsur kimia lainnya yang membunuh itu bermukim di paru-paru yang dapat menghancurkan jaringan paru-paru dengan berbagai penyakit yang mematikan.
Merokok artinya mempersiapkan diri menerima kedatangan penyakit jantung. Nikotin dapat memperkeras detak jantung dan mengancam saluran-saluran darah. Merokok berarti mengabaikan peringatan awal yang telah diberikan para ahli.
Islam pun sangat mengecam perbuatan sia-sia dan membahayakan, termasuk rokok di dalamnya. Dalam Surat Al-Baqarah: 195 disebutkan, _dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Sedangkan dan Surat An-Nisaa: 29 Allah SWT berfirman, Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Dari sini sangat jelas, bahwa orangtua harus berperan aktif dalam menanamkan pola hidup sehat bagi diri dan keluarganya. Pesan Al-Quran yang menyatakan bahwa setiap orangtua harus menjaga anak-anaknya dari kebinasaan dan api neraka, tampaknya memiliki korelasi signifikan dengan keharusan orangtua untuk menjauhkan diri dan anaknya dari rokok.