Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 40 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah dia mengucapkan Laa Haula wa laa quwwata illa bil-laahil 'aliyyil-'azhiim' (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha Tinggi lagi Maha Agung" (H.R Baihaqi dan Ar Rabi'i)

Anak Sebagai Cobaan

Print PDF

Hikmah & Kajian - Jendela Keluarga

Keluarga Bahagia, Keluarga Sakinah

"Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS Al Anfaal [8]: 28). Ingatlah, hidup adalah perpindahan dari satu cobaan ke cobaan yang lain. Cobaan atau ujian tidak selalu identik dengan kesusahan, tapi bisa juga berupa kemudahan. Ujian itu bisa menjadi musibah atau nikmat tergantung cara kita menyikapi kesusahan atau kemudahan itu. Musibah adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa menjauhkan kita dari Allah, sedangkan nikmat adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa mendekatkan kita kepada Allah.

 

Kalau diuji dengan kesusahan kita menjadi semakin jauh dari Allah (menyikapi dengan minder, putus asa, atau berprasangka buruk kepada Allah), maka kita gagal menghadapi ujian itu, sehingga menjadi musibah.

Tetapi jika dengan ujian kesusahan kita semakin dekat kepada Allah (menyikapi dengan tetap khusnudzan kepada-Nya, evaluasi diri, tobat, dan memperbaiki diri), maka kita sukses menghadapi ujian itu, sehingga menjadi nikmat.

Begitu pula, jika diuji dengan kemudahan kita menjadi semakin jauh dari Allah (menjadi ujub, sombong, takabur), maka kita gagal menghadapi ujian itu, sehingga menjadi musibah. Tetapi jika diuji dengan kemudahan kita semakin dekat kepada Allah (menjadi bersyukur dan tawadhu), maka kita sukses menghadapi ujian itu, sehingga menjadi nikmat.

Umpamakanlah ujian hidup ini seperti soal-soal ujian saat sekolah, kita akan stres melihat soal ujian kalau tidak pernah belajar. Kita tidak mungkin menyalahkan soal ujian kalau tidak bisa mengerjakannya.

Hanya orang yang selalu mempersiapkan diri dalam hiduplah yang bisa menjadikan setiap cobaan menjadi nikmat yang dapat meningkatkan derajat kemuliaannya baik di dunia maupun di akhirat.

Anak-anak itu benar-benar menjadi cobaan bagi orang tuanya, baik kesuksesannya maupun kegagalannya. Memiliki anak yang sukses itu ujian, jika kita menjadi tawadhu, malu kepada Allah dan merasa bahwa semuanya itu karunia Allah, maka itu adalah kesuksesan.

Tapi kalau menjadi ujub, takabur, dan merasa berjasa berarti gagal menyikapi anak yang maju. Cobaan bisa dalam bentuk anak yang tidak sesuai dengan harapan. Usahakanlah sekuat tenaga agar kekurangan anak menjadi ladang amal bagi ibu bapaknya.

Saya pernah melihat seorang ibu yang anaknya tergelincir, walaupun sudah mencoreng aib, ibunya berkata, "Dia darah daging saya. Saya tetap bertanggung jawab untuk membantu dia kembali ke jalan Allah. Mungkin ini teguran dari Allah karena kami kurang bersungguh-sungguh mendidiknya."

Pernah juga ada seorang ibu yang anaknya selalu menyusahkan. Saat anaknya terkena narkoba, ibunya berusaha keras menyembuhkannya. Setelah sembuh, malah masuk penjara, tetapi tetap saja dikunjungi.

Ketika ditanya, "Mengapa Ibu tidak habis-habisnya menyayanginya?"

"Saya akan terus memperbaikinya sekuat-kuat kemampuan saya karena ini adalah ladang amal bagi saya. Kalau orang lain diuji dengan anak-anak yang cemerlang, mungkin saya diuji dengan ini. Saya tidak malu dihina oleh orang lain. Yang malu itu kalau saya tidak bertanggung jawab terhadap anak-anak saya."

Dengan demikian tidak berarti ibu ini terhina dan gagal. Mudah-mudahan hal inilah yang akan menjadikannya sebagai jalan pendekat kepada Allah.

Mengurus anak itu bukan sisa waktu, pikiran, dan tenaga, tapi harus menjadi bagian dari kesibukan kita.

Jangan sampai anak merasa tidak mempunyai orang tua karena ibu-bapaknya tidak mempunyai waktu untuk mereka. Jangan sampai anak kita merasa ibunya sekadar orang yang melahirkannya, atau merasa bapaknya sekadar orang yang memberinya uang, bahkan ada anak yang merasa para pembantunya sebagai ibu atau bapaknya karena mereka yang selalu menjaganya.

Marilah kita terus meningkatkan kesadaran bahwa anak adalah ujian dari Allah. Tekadkan dalam hati, "Saya tidak boleh mengharapkan anak anak saya membalas budi baik kepada saya karena mendidik anak adalah ladang amal. Apakah anak akan membalas budi atau tidak itu urusan anak, tapi saya mengurus anak dengan sebaik-baiknya di jalan Allah, itu adalah urusan saya." Jangan pernah patah semangat.

Semoga Allah yang Mahagagah, Mahamenatap, melindungi kita dari cobaan yang tidak sanggup kita memikulnya. Mudah-mudahan cobaan apapun yang kita hadapi bisa disikapi dengan sebaik-baiknya karena memang hidup ini hanyalah cobaan demi cobaan. Wallahu a'lam.( KH. Abdullah Gymnastiar)

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900