Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 38 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

“To convert to Islam is very easy. Probably the most difficult part of that, is to make sure that you are really convinced that Islam is the truth and the right way to follow. What you need to do after becoming a Muslim is learning some Islamic regulations. Islam is a practical religion and it provides clear guidance on what to do and not to do”.

Pengorbanan Seorang Anak

Print PDF

Hikmah & Kajian - Jendela Keluarga

Bagaimana pun keadaan orangtua kita, darah dagingnya melekat dalam diri kita. Kalau keduanya masih bergelimang dosa, kita wajib berikhtiar secara optimal untuk membantu serta mendoakan agar Allah menyadarkan dan mengampuni segala dosanya.

Mahasuci Allah Dzat yang tak pernah bosan mengurus semua hamba-Nya. Yang telah menjadikan amalan memuliakan orangtua (birul walidain) sebagai amalan yang amat dicintai-Nya. Demi Allah, siapa pun yang selalu berusaha untuk memuliakan kedua orangtuanya, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya ke tempat paling tinggi di dunia maupun di akhirat.
Difirmankan, Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orangtua ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah kembalimu (QS Lukman [31]: 14).

Alangkah tepat andai firman Allah tersebut kita baca berulang-ulang dan kita renungkan dalam-dalam. Sehingga Allah berkenan mengaruniakan cahaya hidayah kepada kita, mengaruniakan kesanggupan untuk mengoreksi diri, "Seberapa jauh kita telah memuliakan ibu bapak?".

"Like Father like son". Istilah tersebut tidak berlaku bagi keluarga yang satu ini. Kebiasaan sang ayah yang suka berjudi, mabuk dan berperilaku buruk, sama sekali tidak pernah dilakukan anak-anaknya. Di antara mereka, si bungsu yang masih duduk di bangku SMP inilah yang paling saleh. Walau dianggap paling saleh, paling baik dan paling penurut, ia sering menjadi sasaran kemarahan ayahnya. Namun, anak ini sangat sabar menghadapi perilaku buruk ayahnya. Suatu saat Allah menakdirkan ayahnya menderita sakit parah. Setiap ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Semua kebutuhannya dilayani orang lain. Ternyata si bungsu inilah yang paling telaten mengurus sejak awal ia jatuh sakit.

Melihat kesabaran anaknya tersebut, ia bertanya, "Mengapa engkau masih mau merawat diriku?" Mendengar pertanyaan tersebut, si bungsu menjawab dengan sopan, "Inilah yang diajarkan oleh Islam, yaitu memuliakan orangtua." Dialog antara ayah dan anak ini terus berlanjut, hingga akhirnya sang ayah tersadar akan sikap buruknya selama ini. Namun, anak itu merasa dirinya belum pantas disebut anak saleh. Dirinya merasa baru belajar berbakti kepada orangtua.

Mendengar semua itu, berlinanglah air mata sang ayah. Pelukan erat seolah tidak mau ia lepaskan dari anaknya. Tidak lagi tampak raut muka sinis dan kejam dari wajahnya. Saat itu pula pintu hatinya terbuka. Allah berkenan memberikan hidayah melalui anak bungsunya.

Kisah sejati yang pernah terungkap dalam sebuah dialog ini mungkin banyak terjadi di sekitar kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan terus belajar serta memahami bahwa hidup adalah sebuah proses. Setiap orang berproses. Ada yang awalnya kurang ilmu, namun karena mau belajar, maka lambat laun ilmunya makin bertambah. Ada pula orang yang hatinya diliputi kebencian, seperti kisah di awal, namun lambat laun kebencian tersebut berkurang dan berganti menjadi kasih sayang. Manusia hanya wajib berusaha dan berproses sebaik-baiknya. Namun hidayah dan keputusan sepenuhnya ada dalam genggaman Allah.

Saudaraku, bagaimana pun keadaan orangtua kita, darah dagingnya melekat dalam diri kita. Kalau keduanya belum saleh, maka kita harus berusaha agar orangtua kita dibukakan hatinya. Kalau orangtua masih bergelimang dosa, kita wajib berikhtiar secara optimal untuk membantu serta mendoakan agar Allah menyadarkan dan mengampuni segala dosanya. Kalau orangtua belum taat, kitalah yang harus membuktikan bahwa kita mengenal agama dan menaatinya. Sikapi kekurangan orangtua dengan kelapangan hati. Bagaimana pun tidak ada manusia sempurna. Semoga kisah ini mampu memotivasi kita untuk semakin memuliakan orangtua. Amin.( KH Abdullah Gymnastiar )
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900