Hikmah & Kajian - Bisnis Syariah
Wednesday, 03 May 2006 15:34
INDONESIA SYARIAH EXPO 2006 : Prinsip syariah mengindarkan spekulasi. Pemberi pinjaman harus jujur.JAKARTA -- Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyatakan tidak mudah menjalankan ekonomi syariah secara murni. Namun, Wapres tetap mengharapkan ekonomi syariah dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat dengan menciptakan keadilan dan kemaslahatan.
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, sambung Kalla, memang masih dalam tahap awal. Meski ia menyatakan rasa gembira dan dukungannya atas perkembangan ekonomi syariah yang sudah mulai berjalan. Ini terbukti dengan tingginya kesadaran masyarakat terhadap sistem ekonomi yang tidak berdasarkan bunga, melainkan bagi hasil.
Sementara faktor mendasar dalam pelaksanaan ekonomi syariah adalah kejujuran. Ia mengingatkan agar pelaku ekonomi syariah ketat dalam hal ini. Ia mencontohkan bagaimana kejujuran diterapkan dalam prinsip bagi hasil. ''Pihak yang memberi pinjaman dengan yang menjalankan usaha harus benar-benar jujur.''
ISE 2006 berlangsung lima hari sejak kemarin di Jakarta Convention Center. Expo diikuti berbagai pihak, antara lain, lembaga keuangan syariah, produk halal, busana Muslim, bisnis Islami, dan media Islami. Selain itu, ada juga acara talk show yang diikuti sejumlah narasumber dari kalangan ulama, praktisi bisnis, pejabat negara, dan selebritis.
Ketua Panitia ISE 2006, Muhammad Syakir Sula, mengatakan, berdasarkan pengamatan dan kajian selama 15 tahun sejak berdirinya Bank Muammalat Indonesia (BMI), sistem ekonomi syariah diyakini menjadi satu-satunya alternatif terbaik untuk membangun ekonomi bangsa.
Hingga kini, tiga bank umum syariah telah berdiri, dan sebanyak 19 bank konvensional mempunyai unit usaha syariah (UUS). Dari 30 perusahaan asuransi yang memiliki unit syariah, dua di antaranya telah secara penuh menerapkan sistem berbasis nonbunga tersebut. Sementara, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah di Indonesia sudah mencapai 93 buah dengan 4.000 Baitul Maal Wattamwil (BMT) yang ditargetkan menjadi 10 ribu pada tahun ini.
Sementara itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menyiapkan dana Rp 76 miliar untuk merevitalisasi sekitar 860 unit lembaga keuangan mikro (LKM) syariah di dalam negeri pada 2006. Menurut Mennegkop dan UKM, Suryadharma Ali, Program Pembiayaan Produktif Koperasi Usaha Mikro (PPPKUM) ini merupakan bagian dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM.
Fakta Angka Rp 76 Miliar
Dana yang disedikan Kementerian Koperasi dan UKM untuk merevitalisasi LKM Syariah pada tahun ini (djo/aru/Republika Online )
| < Prev | Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja