Hikmah & Kajian - Bisnis Syariah
Tuesday, 02 May 2006 14:02
Pemegang kartu Shar-E dari Bank Muamalat Indonesia (BMI) tidak perlu lagi lama-lama antre. Ia bisa memilih nilik ATM mana saja yang kosong, dan langsung melakukan transaksi perbankan di sana. Hal itu dimungkinkan berkat kerja sama Bank Muamalat dengan jaringan ATM BCA dan ATM Bersama.
Kartu keluaran perbankan syariah kini tidak lagi lebih banyak "parkir" di dompet. Sama seperti kartu keluaran bank konvensional, kartu syariah juga bisa digunakan untuk berbelanja. Shar-E Muamalat, misalnya, bisa dipakai berbelanja di lebih dari 18 ribu tempat belanja yang memasang logo ''Debit BCA''.
Belum manfaat yang lain, semisal bisa menyetor dana melalui kantor pos terdekat, registrasi kartu prabayar, dan proteksi asuransi. Semua itu merujuk pada satu hal: bahwa produk-produk ekonomi syariah pun mempunyai keunggulan, tak kalah dibandingkan produk ekonomi konvensional. Kesan bahwa produk ekonomi syariah itu kampungan, sulit dijangkau, dan teknologinya tertinggal, perlahan makin pupus.
Produk ekonomi syariah, khususnya bank syariah pun memiliki keunggulan tak kalah dibandingkan ekonomi konvensional, atau perbankan konvensional. ''Semua itu bisa terjadi kalau kita tak henti melakukan inovasi dan menerapkan strategi aliansi,'' kata Direktur Utama Bank Muamalat, A Riawan Amin.
Contoh inovasi tersebut adalah produk Shar-E yang merupakan produk inovasi yang mengubah kerumitan menjadi serba praktis.
Inovasi ini mendapatkan penghargaan The Best Innovation & The Best Ideas in Business 2005 kategori Innovation in Customer Mode of Entry dari Majalah SWA bekerja sama dengan Kantor Kementerian Riset dan Teknologi dan Lembaga survei MARS.
Tak cukup hanya inovasi, tapi juga aliansi. ''Aliansi merupakan strategi yang harus diterapkan oleh sebuah sebuah perusahaan yang relatif kecil, dengan sumber daya yang terbatas, namun mempunyai potensi yang sangat besar,'' tutur Riawan.
Aliansi itulah yang terus gencar dilakukan oleh Bank Muamalat. Setelah menjalin kemitraan dengan ATM BCA, ATM Bersama, Debit BCA, PT Pos Indonesia, dan Pegadaian, Bank Muamalat meluaskan kerja samanya dengan Telkomsel dan Asuransi Takaful. ''Tak tertutup kemungkinan kerja sama dengan pihak-pihak lain pada waktu-waktu yang akan datang,'' kata Riawan.
Satu lagi contoh produk unggulan ekonomi syariah adalah produk Asuransi Takaful bernama fulPROTEK. Produk ini berupa kartu investasi berasuransi yang dikelola secara syariah dengan bagi hasil menguntungkan. ''fulPROTEK sebagai terobosan baru bancassurance menawarkan berbagai kelebihan meliputi kartu multiguna yang berfungsi sebagai kartu asuransi, ATM dan debit,'' kata Direktur Utama PT Syarikat Takaful Indonesia Wan Zamri Wan Ismail.
Inovasi dan aliansi bagi industri perbankan merupakan keharusan. Deputi Gubernur BI, Maulana Ibrahim menegaskan produk bank syariah itu harus unggul, termasuk di bidang tekhnologi informasi (TI) yang digunakan. ''Sebagai pendatang baru, bila ingin menggaet nasabah sebanyak-banyaknya, bank syariah harus mempunyai TI paling tidak sama dengan bank konvensional. Dengan menggandeng bank yang memiliki TI lebih tinggi, maka TI bank syariah juga ikut meningkat,'' ujarnya.
Ketua Dewan Syariah Nasional, KH Ma'ruf Amin mengatakan, pihaknya selalu mendorong para pelaku ekonomi syariah untuk melakukan inovasi, sehingga daya saing ekonomi syariah terus meningkat. Kita harus terus mendorong para pelaku ekonomi syariah, termasuk bank syariah dan asuransi syariah terus melakukan inovasi, dengan tetap berpegang pada Shariah Compliance. ''Inovasi dan kreasi akan membuat bank ekonomi syariah makin maju,'' tegasnya.
Dan, proses inovasi tak boleh berhenti. ''Sekali kita berpuas diri, kita akan disalip oleh para pesaing kita,'' kata pakar waralaba Amir Karamoy. ( ika )
| < Prev |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja