Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 42 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

"Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras." (HR. Turmudji)

Beda Prinsip !

Print PDF

Hikmah & Kajian - Hikmah dan Kajian

assalaamu’alaikum wr. wb. Kehidupan selebriti memang sungguh menarik.  Hari ini pacaran, besok ketahuan selingkuh.  Bulan lalu menikah, bulan depan pisah ranjang.  Sekarang mesra-mesraan, tidak lama lagi saling cela di depan kamera.  Benar-benar asyik!

Saking asyiknya, masalah kawin-cerai tidak lagi menarik.  Berita pernikahan mereka terdengar sama wajarnya dengan berita perceraiannya.  Orang sudah berhenti terkejut mendengar cerita-cerita seperti ini.

Tinggallah penonton bermain tebak-tebakan.  Apa penyebab perceraian mereka?  Kalau tidak selingkuh, ya karena beda prinsip.  Entah prinsip yang mana, pokoknya prinsip!

Menariknya, sudah banyak selebriti yang menikah dengan pasangan yang beda agama.  Bagi mereka, beda agama bukan penghalang untuk menikah.  Agama yang satu mengatakan bahwa ‘Isa as. adalah anak Tuhan, yang satunya lagi mencela ajaran demikian.  Agama suami memuji Nabi Luth as., agama istrinya malah menyebutnya sebagai ayah bejat yang menyetubuhi dua anak perempuannya sendiri.  Yang satu menyembah Allah Yang Maha Tunggal, yang satu menyembah tuhan yang bermanifestasi dalam banyak bentuk.  Menurut doktrin pluralisme, semua itu benar.  Kalaupun salah, harus dibenarkan juga.

Saya 100% ragu bahwa para selebriti itu memahami teori-teori pluralisme, apalagi diskursus di seputar tema itu.  Yang terlihat jelas adalah pengabaiannya terhadap ajaran-ajaran agama, minimnya pengetahuan dan sikap mau gampangnya saja.  Dengan agama sendiri pun tak peduli, apalagi dengan agama pasangannya.  Yang penting semua keinginan duniawinya bisa terpenuhi.  Kalau ada nilai-nilai luhur di balik pernikahan mereka, tentu takkan secepat itu mereka bercerai.

Antara beda agama dan beda prinsip ini memang sangat menarik untuk kita cermati.  Para pesohor ini tidak mempermasalahkan pernikahan dengan orang yang beda agama, namun mereka tak ragu bercerai kalau beda prinsip dengan pasangannya.  Artinya, agama bukanlah sesuatu yang prinsip bagi mereka.  Kalau agama merupakan hak yang prinsip, tentu mereka takkan menikah dengan orang yang beda agamanya.

Pemikiran ini membawa kita kembali pada kesimpulan setengah matang tadi; mereka memang tidak serius dengan agamanya sendiri.  Agama memang bukan prinsip.  Kalau sedang ada keperluan, barulah atribut-atribut agama itu dikenakan.  Kalau sedang sidang perceraian, yang perempuan berpenampilan sopan, lengkap dengan kerudung.  Ada juga artis lelaki yang mengenakan baju koko dan peci ketika mencalonkan diri dalam Pilkada, tapi kembali dengan pakaian (dan kelakuan) tidak keruannya setelah dinyatakan kalah.  Bicaranya penuh dengan kalimat-kalimat takbir, tahmid, “insya Allah”, dan semacamnya, tapi ketika main film selalu ada saja adegan ranjangnya.  Kadang bicaranya sudah seperti ustadz, tapi di depan kamera ia remas bokong lawan mainnya.

Bagi mereka-mereka ini, agama memang bukan prinsip.  Bisa dijual kapan saja, ditinggalkan manakala tidak dibutuhkan, dan sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan kalau kondisi mendesak.  Yang penting imej terjaga dengan baik.  Agama urusan nanti.

Jadi, apa yang sebenarnya dianggap sebagai hal-hal prinsip bagi mereka?  Entahlah.  Bisa jadi ini pun dibuat-buat.  Mengaku beda prinsip, padahal memang sudah ingin ganti pasangan saja.  Tapi mungkin ini pun tak lebih dari sekedar pemikiran sarkastik dari orang yang tidak habis pikir; kalau agama bukan prinsip, apa lagi?  Menyelami pikiran orang memang bukan pekerjaan mudah.

“Uda, ayo coba makan ketan pakai saus kacang!”

“Nggak mau, ketan enaknya pakai gula!”

“Uuuh, beda prinsip!”

“Biarin!  Weeee...!”

Sekarang ini, setiap ada perbedaan di antara saya dan istri, kami menyebutnya “beda prinsip”.  Ya, begitulah cara kami menertawakan para selebriti.  Alhamdulillaah, kami bukan mereka. wassalaamu’alaikum wr. wb.

 

seperti yg ditulis oleh akmal di http://akmal.multiply.com/journal/item/762/Beda_Prinsip_

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900