Hikmah & Kajian - Hikmah dan Kajian
Sunday, 23 August 2009 10:38
Pertanyaan : Assalamualaikum Wr.Wb.Pak Ustadz, Kapan orangtua harus mulai mengajarkan puasa bagi anaknya? Benarkah kalau anak kecil berpuasa pahalanya untuk orangtuanya? Dan bagaimana membiasakan anak berpuasa?
Jawaban : Wa'alaikum Salam Wr.Wb.
Sebelumnya perlu ditegaskan dulu bahwa puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang berakal, telah mencapai usia baligh, sehat, tidak sedang bepergian dan tambahan untuk muslimat sedang tidak dalam keadaan haid atau nifas. Jadi, puasa tidak diwajibkan bagi orang kafir, orang gila, orang sakit, orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), wanita yang sedang haidh atau nifas, orang tua yang lemah, wanita hamil dan ibu menyusui, dan anak kecil yang belum baligh.
Memang anak kecil yang belum mencapai usia baligh tidak memiliki kewajiban melakukan puasa,akan tetapi orangtuanya memiliki kewajiban untuk mendidik dan mengenalkan tentang kewajiban puasa. Bahkan kalau sudah mendekati usia baligh, orangtua harus menyuruh anak mereka untuk menjalankan puasa sehari penuh agar mereka terbiasa. Dengan begitu orangtua akan mendapatkan pahala memerintahkan kebaikan seperti disebutkan dalam hadits Nabi Saw., “Siapa yang menunjukkan jalan kebaikan maka dia akan memperoleh pahala seperti yang didapatkan oleh orang yang melakukan kebaikan tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakannya.” Wa Allahu a'lam bi ash-Shawab
| < Prev | Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja