Hikmah & Kajian - Hikmah dan Kajian
Thursday, 21 April 2005 08:51
"Katakan: Dialah All'c3'a2h yang Esa. All'c3'a2h tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun." (QS Al-Ikhlash 1-4)
Kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, tidak akan mudah menulis "All'c3'a2h adalah ...", karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan All'c3'a2h. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang dilekatkan pada All'c3'a2h harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu.
All'c3'a2h adalah pencipta dan penguasa alam yang abadi dan alam yang fana. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, All'c3'a2h Maha Tinggi. Tapi juga All'c3'a2h Maha Dekat. All'c3'a2h Maka Kuasa. Tapi juga All'c3'a2h Maha Pengasih dan Penyayang. Sifat-sifat All'c3'a2h dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama yang baik. "Dialah All'c3'a2h. Tiada Tuhan melainkan Dia. Dia memiliki Asmaaul Husna." (QS Thaha 8). Dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, Asmaaul Husna itu meliputi:
Ar Rahman, Maha Pengasih
Ar Rahiim, Maha Penyayang
Al Malik, Maha Merajai/Memerintah
Al Quddus, Maha Suci
As Salaam, Maha Memberi Kesejahteraan
Al Mu`min, Yang Memberi Keamanan
Al Muhaimin, Maha Pemelihara
Al Aziiz, Maha Gagah
Al Jabbar, Maha Perkasa
Al Mutakabbir, Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
Al Khalik, Maha Pencipta
Al Baari`, Yang Melepaskan [Membentuk, Menyeimbangkan]
Al Mushawwir, Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
Al Ghaffaar, Maha Pengampun
Al Qahhaar, Yang Memaksa
Al Wahhaab, Maha Pemberi Karunia
Ar Razzaaq, Maha Pemberi Rizqi
Al Fattaah, Maha Pembuka Rahmat
Al `Aliim, Maha Ilmu
Al Qaabidh, Yang Menyempitkan (makhluknya)
Al Baasith, Yang Melapangkan (makhluknya)
Al Khaafidh, Yang Merendahkan (makhluknya)
Ar Raafi`, Yang Meninggikan (makhluknya)
Al Mu`izz, Yang Memuliakan (makhluknya)
Al Mudzil, Yang Menghinakan (makhluknya)
Al Samii`, Maha Mendengar
Al Bashiir, Maha Melihat
Al Hakam, Maha Menetapkan
Al `Adl, Maha Adil
Al Lathiif, Maha Lembut
Al Khabiir, Maha Mengetahui Rahasia
Al Haliim, Maha Penyantun
Al Azhiim, Maha Agung
Al Ghafuur, Maha Pengampun
As Syakuur, Maha Pembalas Budi
Al `Aliy, Maha Tinggi
Al Kabiir, Maha Besar
Al Hafizh, Maha Menjaga
Al Muqiit, Maha Pemberi Kecukupan
Al Hasiib, Maha Membuat Perhitungan
Al Jaliil, Maha Mulia
Al Kariim, Maha Pemurah
Ar Raqiib, Maha Mengawasi
Al Mujiib, Maha Mengabulkan
Al Waasi`, Maha Luas
Al Hakiim, Maka Bijaksana
Al Waduud, Maha Pencinta
Al Majiid, Maha Mulia
Al Baa`its, Maha Membangkitkan
As Syahiid, Maha Menyaksikan
Al Haqqu, Maha Benar
Al Wakiil, Maha Memelihara
Al Qawiyyu, Maha Kuat
Al Matiin, Maha Kokoh
Al Waliyy, Maha Melindungi
Al Hamiid, Maha Terpuji
Al Mushil, Maha Mengkalkulasi
Al Mubdi`, Maha Memulai
Al Mu`iid, Maha Mengembalikan Kehidupan
Al Muhyii, Maha Menghidupkan
Al Mumiitu, Maha Mematikan
Al Hayyu, Maha Hidup
Al Qayyuum, Maha Mandiri
Al Waajid, Maha Penemu
Al Maajid, Maha Mulia
Al Wahiid, Maha Esa
Al Ahad, Maha Esa
As Shamad, Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
Al Qaadir, Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
Al Muqtadir, Maha Berkuasa
Al Muqaddim, Maha Mendahulukan
Al Mu`akkhir, Maha Mengakhirkan
Al Awwal, Maha Awal
Al Aakhir, Maha Akhir
Az Zhaahir, Maha Nyata
Al Baathin, Maha Ghaib
Al Waali, Maha Memerintah
Al Muta`aalii, Maha Tinggi
Al Barri, Maha Penderma
At Tawwaab, Maha Penerima Tobat
Al Muntaqim, Maha Penyiksa
Al Afuww, Maha Pemaaf
Ar Ra`uuf, Maha Pengasih
Malikul Mulk, Penguasa Kerajaan (Semesta)
Dzul Jalaali Wal Ikraam, Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
Al Muqsith, Maha Adil
Al Jamii`, Maha Mengumpulkan
Al Ghaniyy, Maha Berkecukupan
Al Mughnii, Maha Memberi Kekayaan
Al Maani, Maha Mencegah
Ad Dhaar, Maha Memberi Derita
An Nafii`, Maha Memberi Manfaat
An Nuur, Maha Cahaya
Al Haadii, Maha Pemberi Petunjuk
Al Baadii, Maha Pencipta
Al Baaqii, Maha Kekal
Al Waarits, Maha Pewaris
Ar Rasyiid, Maha Pandai
As Shabuur, Maha Sabar
Mengimani sifat-sifat All'c3'a2h ini wajib. Dampaknya, menurut Abul A`la Maududi adalah:
Menghilangkan pandangan yang sempit, picik, suram
Menanamkan kepercayaan diri
Menumbuhkan sifat rendah hati, damai, dan ikhlas
Membentuk sikap luhur, kesatria, teguh, tabah, sabar, optimis
Mengembangkan kepatuhan pada peraturan All'c3'a2h
| < Prev | Next > |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja