Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 35 guests and 1 member online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

“To convert to Islam is very easy. Probably the most difficult part of that, is to make sure that you are really convinced that Islam is the truth and the right way to follow. What you need to do after becoming a Muslim is learning some Islamic regulations. Islam is a practical religion and it provides clear guidance on what to do and not to do”.

Masjid Lautze 2 : Rumah Allah di Ruko Kontrakan

Print PDF

Organisasi Mualaf - Yayasan Karim Oey

TAMPILAN luarnya tampak seperti ruko biasa. Apalagi, di sebelah kirinya ada papan nama kantor notaris, dan di sebelah kanannya ada papan nama perusahaan kontraktor. Hanya tulisan "Masjid Lautze 2" yang menjadi penanda bahwa di lantai dua, satu petak ruko di Jalan Tamblong Nomor 27, Bandung, itu adalah sebuah masjid. Tulisannya itu pun tak begitu mencolok. Kubahnya hanya berupa gambar di dinding kaca.

Sesuai dengan namanya, masjid ini merupakan "cabang" Masjid Lautze di Jakarta. Maka, tak mengherankan, di dindingnya ada foto besar ukuran 60 x 40 sentimeter memperlihatkan Karim Oei bersama Presiden RI Soekarno. Seperti juga di Jakarta, Masjid Lautze 2 merupakan masjid pertama komunitas keturunan Tionghoa di Bandung. Masjid ini pun didominasi warna merah seperti terlihat di kelenteng.

Ukurannya hanya 7 x 6 meter, sehingga hanya mampu menampung paling banter 60 jamaah. Selain tempat salat, terdapat pula kantor dewan keluarga masjid yang dibatasi tripleks. Berbagai poster mengenai kejadian bumi, alam setelah kiamat, cerita kenabian, terpampang di pembatas itu.

Ruko yang dulunya toko buku itu berubah fungsi menjadi masjid sejak 1999. Saat itu bersamaan dengan dibukanya cabang Yayasan Karim Oei di Bandung. Sekretariat yayasan ini berada di lantai dasar bangunan bertingkat dua itu. Harga sewanya hanya Rp 6 juta. Terhitung murah, karena ruko ini terletak di kawasan strategis. "Harga sewa tak naik dari dulu. Mungkin yang punya tahu bahwa kami nggak punya uang, dan senang tempat ini dijadikan masjid," kata Muhammad Sultoni, pengurus Masjid Lautze 2.

Kini, masjid sekaligus kantor yayasan itu itu berkembang menjadi tempat berkumpulnya warga keturunan Tionghoa yang memeluk agama Islam di Bandung. Mereka rajin menggelar pertemuan berkala saban Ahad. Selain untuk bersilaturahmi, pertemuan itu juga untuk mendengarkan ceramah dari para kiai yang diundang. "Materi yang dijadikan bahan ceramah biasanya menyangkut kehidupan sehari-hari, untuk memperkuat iman,'' ujar Muhammad. Masjid ini juga meluaskan fungsinya sebagai tempat kursus bahasa Mandarin.

imageMenurut Muhammad, sebetulnya masjid itu sudah tidak memadai lagi untuk menampung jamaah warga keturunan Tionghoa. Bila shalat Jumat berlangsung, jamaah Lautze meluber sampai ke trotoar. Jamaahnya mencapai ratusan. Bukan hanya warga keturunan yang sengaja datang, Masjid Leutze 2 juga digunakan para karyawan yang berkantor tak jauh dari situ. Kebetulan di sekitar kawasan itu memang tidak terdapat masjid.

Pengurus Masjid Lautze 2 sudah berencana membangun masjid baru. Namun, karena terbentur dana, keinginan itu terpaksa diredam dulu. "Kami harus sabar. Yayasan tetap ingin masjid berada di pusat bisnis. Mualaf umumnya berbisnis," kata Muhammad.

Mungkin karena statusnya masih kontrak, pengurus masjid tak terlalu bersemangat menyesuaikan bangunan masjid itu dengan masjid kebanyakan. Alhasil, kendati lokasinya di kawasan padat, tak banyak warga Bandung yang menyadari bahwa satu petak ruko di Jalan Tamblong itu adalah rumah Allah.

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900