Tuesday, 11 April 2006 15:30
SUSUNAN PENGURUS HARIAN DEWAN PIMPINAN PUSAT
PEMBINA IMAN TAUHID ISLAM
d/h PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI)
PERIODE 2005 - 2010
| Ketua Umum | H. Trisno Adi Tantiono | |
| Sekretaris Umum | H. Budi Setyagraha | |
| Sekretaris | H.S. Willy Pangestu | |
| Bendahara Umum | H. Moch. Gozali | |
| Bendahara | H. Prana Tandjudin | |
| Kabid Organisasi dan Hukum | Prof.Dr. Eko Sugitario, SH.,C.N., M.Hum | |
| Kabid Dakwah, Pendidikan & Kebudayaan | H. Syarif Tanudjaja, SH. | |
| Kabid Kesejahteraan Sosial | Drs. H.M. Anda Hakim, SH,MH,MBL | |
| Kabid Pengembangan Ekonomi | Donny Asalim, SH. |
USULAN DEWAN PENASEHAT
DEWAN PIMPINAN PUSAT
PEMBINA IMAN TAUHID ISLAM
d/h PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI)
PERIODE 2005 – 2010
| 1. | H.M Jos Soetomo |
| 2. | H.M.Y Bambang Sujanto |
| 3. | H. Max Mulyadi Supangkat |
| 4. | H.M. Aksa Mahmud |
| 5. | H. Eddy Sulaiman |
| 6. | H. Susilawan Yukeng |
| 7. | H. Achmad Ghozali Katianda, SH |
| 8. | H. M. Ali Karim Oey, SH |
| 9. | DR. H.M Syafii Antonio, M.EC |
Surat ketetapan ini disampaikan kepada masing masing yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan keputusan ini, segala sesuatu akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.
PIMPINAN SIDANG MUKTAMAR NASIONAL III
PEMBINA IMAN TAUHID ISLAM
d/h PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI)
Prof.Dr. Eko Sugitario, SH.,C.N., M.Hum
Pimpinan Sidang
Drs. H.M. Anda Hakim, SH,MH,MBL.
Wakil Pimpinan Sidang
H. Syarif S. Tanudjaja, SH.
Sekretaris
Yusuf Kasimo
Anggota
Ir. Karim Hasan
Anggota
| < Prev |
|---|






"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja