Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 39 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

'Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati." HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas'ud.

Ir H Surya Madya : Perlu Rumah Singgah Mualaf

Print PDF

Organisasi Mualaf - Lainnya

Berbagai persoalan dihadapi para mualaf, begitu mereka 'hijrah' dan menyatakan diri memeluk Islam. Yang paling sering dihadapi, adalah persoalan ekonomi dan keluarga. Banyak dari mereka yang "dibuang" oleh keluarganya, dan dipecat dari pekerjaannya. Di sinilah, perlunya dukungan dan perhatian umat Islam kepada para mualaf, sehingga mereka bisa dengan tenang menjalankan ajaran Islam yang diyakininya sebagai jalan hidup yang paling benar dunia dan akhirat.

Amal Muslim Muhajirin dan Anshar (AMMA), sebuah lembaga nirlaba Muslim, mencoba melakukan sesuatu untuk membantu para mulaf. ''Dari pengalaman kami sekian tahun menangani para mualaf, kami merasakan pentingnya Rumah Singgah Mualaf, sehingga dapat membina mereka dengan baik,'' ungkap Ketua Umum AMMA, Ir H Surya Madya kepada Damanhuri Zuhri dari Republika, Selasa (23/8).
'c2~
Berikut ini wawancara dengan pria yang sehari-hari bekerja sebagai staf sekretaris di Pupuk Kaltim:
'c2~
Bisa diceritakan latar belakang pendirian lembaga AMMA
'c2~
Tahun 2000 saya melihat belum ada pembinaan yang menyeluruh terhadap mualaf. Kemudian saya mengajak teman-teman di Pupuk Kaltim untuk membuat sebuah yayasan yang bergerak di bidang pembinaan mualaf. Fokus kita di situ.
Kenapa disebut AMMA, saya mengambil Juz Amma. Juz Amma itu biasanya dibaca oleh para pemula yang belajar Alquran. Kita membahasakan yayasan yang ingin kita bangun ini adalah yayasan pemula. Cuma untuk sebuah legalitas di akta notaris kita memberi singkatan Amal Muslim Muhajirin dan Anshar (AMMA). Itu semangatnya atau filosofinya saya membahasakan bahwa mualaf itu tidak bisa hanya membina mualafnya, tapi kita harus bisa membina teman-temannya. Jadi, dalam bahasa AMMA, Muhajirin zaman sekarang ini adalah orang yang pindah agama artinya hijrah dan Anshar yang membantunya. Karena itu, setiap mualaf harus punya teman-teman yang siap membantunya.
AMMA berdiri April 2000, mulai dari seorang mualaf. Namanya Mbak Evi, dia tertarik Islam. Dari situ kita mulai pengajian dengan ditemani tiga orang. Di situ saya terangkan soal Islam, Evi waktu itu belum masuk Islam, saya terangkan tentang akidah sampai akhirnya dia memahami ibadah secara Islam dan berperilaku sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW. Evie akhirnya bersyahadat.
'c2~
Kini, setiap Ahad kami mengadakan pengajian dan pembinaan bagi mualaf di Musala An-Nur di kompleks perumahan Pukuk Kaltim. Agendanya, dari pukul 14.00 sampai 16.00 WIB belajar membaca Alquran. Pukul 16.00 sampai 18.00 kita mengkaji akidah, akhlak, dan sejarah. Jumlah jamaahnya berfluktuasi antara 20 hingga 30 orang.
'c2~
Siapa saja penyampai materinya?
'c2~
Saya dan teman-teman yang sudah lebih dulu masuk Islam, seperti dr Bambang Sukamto, Bapak Nababan, dan Ibu Irena Handono. Dari kalangan mubaligh, kita pernah mengundang Bapak Ihsan Tandjung. Pada hari-hari tertentu, jumlah peserta pengajian bisa lebih banyak. Misalnya saja, bila ada pertemuan gabungan mualaf se-Jabotabek. Ramai sekali jamaahnya.
'c2~
Apa problem utama yang paling banyak dihadapi saudara kita para mualaf?
'c2~
Biasanya kalau mereka masuk Islam karena belajar ilmunya, pengetahuan dasar Islamnya masih sedikit. Problem utamanya dia harus tambah ilmu. Problem tambahan, bila dia berpindah agama dan ditentang keluarganya. Atau kalau dia sudah berkeluarga, suami atau istrinya tidak setuju.
Banyak mualaf yang terusir dari rumahnya setelah keluarganya tahu dia menjadi Muslim. Ini yang paling sering terjadi. Biasanya, pada malam pertama bisa ditampung di tempat teman, sambil kita mencoba mencari jalan keluar, misalnya dengan mencarikan dia pekerjaan. Dengan bekerja, dia bisa mencari tempat kos.
Masalahnya menjadi sedikit kompleks karena kita tidak didukung oleh kekuatan finansial yang memadai. Donatur kita hanya beberapa orang saja. Kalau kita tidak mampu, maka jalan terakhirnya diajak kembali ke rumah orang tuanya. Pernah saya datang ke orang tua teman mualaf mengantarkan dia, dan saya turut diusir, setelah sebelumnya dimaki-maki. Padahal maksud saya saat itu ingin menunjukkan pada dia, walaupun sudah beda iman, tapi hubungan harus tetap baik. Anak tetap harus berbakti pada orang tua.
'c2~
Bagaimana model pembinaan mualaf yang ideal
'c2~
Membina muallaf itu bukan hanya mengadakan pengajian. Tapi bagaimana kita bisa kalau ada yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal minimal bisa mencarikan tempat tinggal yang dia bisa dibina di situ. Saat ini kita masih mengumpulkan kepedulian Anshar untuk patungan mempunyai rumah singgah bagi para mualaf. Kita mengimpikannya, karena saat ini belum punya.
'c2~
Berapa kira-kira biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan rumah singgah mualaf tersebut?
'c2~
Satu rumah di wilayah pinggiran Jakarta sewa pertahunnya Rp 12 juta dengan beberapa kamar. Kita mengharapkan di rumah itu ada seorang pembina yang bisa secara terus menerus membimbing keimanan para mualaf. Rumah singgah ini terutama bagi para mualaf yang diusir dari rumahnya. Lalu, ada biaya operasional seperti makan bagi para mulaf serta honor pembina yang satu bulannya kira-kira mencapai Rp 500 ribu. Angkanya sekitar itu, tinggal dikalikan berapa jumlah mualafnya.
'c2~
Selama ini, bagaimana sesungguhnya perhatian umat terhadap para mualaf?
'c2~
Yang saya amati, orang Islam itu terharu ketika ada yang masuk Islam. Jadi, kalau orang non-Muslim di masjid ada yang mengucapkan syahadat, orang-orang Islam itu sampai meneteskan air mata. Sayangnya, hanya sebatas itu. Mereka tidak memahami problematika mualaf. Kita mencoba melihat mualaf dari sisi yang berbeda. Mereka saudara baru yang butuh bimbingan dan perhatian.
'c2~
Dari pengamatan Anda selama ini, apa faktor teman-teman muallaf pindah ke Islam?
'c2~
Yang menjadi masalah, bila dia pindah agama hanya karena hendak menikahi pasangannya yang Muslim, dan setelah itu tidak mau dibina. Ada juga yang dia belajar, nonton televisi, dengar pengajian, setelah itu dia tertarik dan masuk Islam. Banyak juga yang masuk Islam karena baca buku, dan karena pergaulan. Ada juga yang melalui mimpi, mendengar suara adzan atau bertemu orang yang menggunakan baju putih seperti jubah yang menasetai supaya masuk Islam. Ada yang bermimpi dia terhempas ketika dalam kegoncangan tiba-tiba dia terdampar di masjid. Itu semua hanya sebab dan membutuhkan ilmu.
'c2~
Terhadap mualaf, di mana AMMA memosisikan diri?
'c2~
AMMA bergerak di bidang ilmu-ilmu dasar. Saya ibaratkan sebagai pintu gerbang menuju Islam. Kita seperti guide awal. Saya melihat dan ini saya coba tularkan kepada lembaga pembinaan mualaf yang diketuai Pak Bambang Sukamto (Yayasan Al Manthiq-red) kalau bisa kita punya materi dasar yang seragam. Jadi, kalau ada mualaf yang masuk Islam di mana pun juga, awal-awalnya mereka mendapatkan materi dasar yang seragam dan ini sedang digodok oleh tenaga pembina mualaf untuk menjadi sebuah silabus dan nantinya akan diterapkan pada lembaga-lembaga pembina mualaf. sumber Harian Republika

Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900