Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami atau sahabat mualaf dengan email myfriend at mualaf dot com atau di milist mualafindonesia@yahoogroups.com

See Videos

Who's Online

We have 26 guests online

Ingin belajar Islam dan mengenal Islam atau ingin menyambung tali silaturahmi dengan para Sahabat Muallaf ? silahkan gunakan media chatting dibawah ini :

Yahoo Mesenger kami:
Steven_widjaja@yahoo.com

Atau untuk akhwat (wanita):
misscantyq@yahoo.com

BBM Konsultasi:
2931719A (steven Indra).

khusus wanita.
22627987 (Merlin / ummu Hanna)
26B44C0B (Dina Fitriani)

Google Talk:
Stevenindra@gmail.com

Windows Live Messenger:
stevenindra@hotmail.com

Twitter:
@stevenindraw

sms ke 0817 910 5900 (steven) Indra Wibowo

 

 

Sahabat Muallaf

Donasi untuk Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) @ Muallaf Center Online with Paypal

Paypal Donation & ZIS

Mutiara

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah dia mengucapkan Laa Haula wa laa quwwata illa bil-laahil 'aliyyil-'azhiim' (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha Tinggi lagi Maha Agung" (H.R Baihaqi dan Ar Rabi'i)

Majlis Taklim Al-Manthiq : Upayakan Kemandirian Para Muallaf

Print PDF

Organisasi Mualaf - Lainnya

Jarum jam masih menunjukkan pukul 10.00 WIB. Sejumlah dan wanita yang mengenakan busana muslim mulai mendatangi Masjid Namira (Al Manthiq) Jl Tebet Barat Dalam V, Tebet, Jakarta Selatan. Mereka adalah jamaah pengajian Majelis Taklim Al-Manthiq yang secara khusus melakukan pembinaan kepada para mualaf, mereka yang telah hijrah ke agama Islam. Dr H Bambang Sukamto, ketua yayasan, dan sejumlah pengurus penuh hangat menyambut setiap jamaah yang datang.

Menurut Sukamto, Al-Manthiq berdiri dari sebuah keprihatinan terhadap perjalanan hidup para mualaf. ''Mualaf itu mengalami berbagai macam masalah akibat masuk Islam di antaranya dikucilkan dari keluarga, kena embargo ekonomi, kehilangan pekerjaan, putus sekolah. Kalau mereka sudah masuk Islam sebenarnya siapa yang wajib mengayomi? Ya kita-kita ini sesama orang Islam yang katanya saudara,'' ungkap pria yang menyatakan keislamannya tahun 1971 ini.
'c2~
Ia paham keluhan banyak saudara barunya itu. ''Sering kali dianggapnya kalau sudah mengucapkan syahadat selesai. Padahal masalah buat mereka tak cukup sampai di situ. Masalah justru timbul setelah mereka berikrar Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.''
'c2~
Al-Manthiq sendiri, sambung Sukamto, sebenarnya berawal dari sebuah pengajian keluarga di rumah Sugiri, mantan duta besar di Inggris dan mantan sekmil kepresidenan, serta pernah menjadi dirjen perhubungan udara. Sebagai mualaf saat itu, ia bergabung ke dalam pengajian tersebut. Mualaf yang lain mengikuti jejaknya.
'c2~
Di forum pengajian itulah, ia mengungkapkan masalah-masalah para mualaf. Keluhan mereka mendapat respons positif dari anggota pengajian lain. Mereka lalu sepakat mendirikan yayasan. Respons positif dari mereka dan tak lama setelah itu sepakat membentuk sebuah yayasan Al-Manthiq.''
'c2~
Mengapa memilih nama Al Manthiq? Menurut pria yang hingga kini masih aktif berpraktik sebagai dokter itu, Al Manthiq artinya logika. ''Jadi, orang masuk Islam itu karena logika bukan karena ikut-ikutan, bukan karena keturunan.''Awal tahun 1994 ketika pengajian baru digelar, jamaahnya masih belasan orang. Sekarang, jumlah anggotanya ribuan, dan tersebar di wilayah Jakarta, berbagai kota di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, mbon, dan Papua.
'c2~
Ia menyebutkan, sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan intelektual mulai dari mahasiswa, sarjana, akademisi, hingga profesional di berbagai bidang. Dokter yang aktif pada Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) milik Dompet Dhuafa Republika ini menjelaskan pembinaan menitikberatkan pada masalah akidah. ''Agar akidah mereka kokoh, tidak gampang goyah,'' ujarnya.
'c2~
Untuk hal ini, ia menjalin kerja sama dengan Dewan Dakwah Islamiyah. Kebetulan, banyak pengurus lembaga itu yang menjadi pasiennya. Semula, ia mengaku kurang 'pe-de' (percaya diri) mengelola yayasan ini. ''Background saya bukan pesantren. Ada salah seorang pengurus DDI yang bilang kepada saya, 'Mas Sukamto, Umar Bin Khattab juga seorang mualaf, dulu beliau kafir. Masak baru disuruh memegang ini saja sudah tidak mau','' ujarnya mengenang. Akhirnya ia menerima amanah itu dan resmi masuk DDI tahun 1992.
Kegiatan Al Manthiq yang utama ini pengajian bulanan setiap hari Ahad minggu ketiga. Kalau bulan Ramadhan, mereka mengadakan shalat tarawih berjamaah. Sedang pembinaan secara perorangan dilakukan bagi mereka yang ingin mendalami Alquran. Bagi mereka disediakan kelas khusus dengan guru mengaji. Ada pelajaran metode Alquran secara cepat.
'c2~
Yayasan ini juga memberi perlindungan bagi mualaf yang teraniaya setelah berpindah agama. Bagi mualaf muda usia sekolah yang kurang mampu juga diupayakan pemberian beasiswa. Wati, seorang mualaf yang diusir keluarganya, misalnya, mengikuti kursus komputer dan manajemen atas beasiswa seorang donatur yang dicarikan yayasan. Ia yang beberapa kali ditolak kerja karena tidak mau melepaskan jilbabnya. ''Ia sempat bekerja di tempat yang kondusif untuk agamanya, tapi kini berhenti setelah berkeluarga,'' tambahnya.
'c2~
Yayasan Al-Manthiq juga mengelola penyaluran dana zakat anggotanya. Dana itu digunakan untuk memberdayakan mualaf di daerah yang hidupnya secara ekonomi kurang beruntung. Beberapa mualaf di Ambon dan Nusa Tenggara Timur, misalnya, kini menjadi peternak sapi dan kambing atas bantuan dana bergulir dari yayasan. Ia berharap para anggota Al-Manthiq terus menjadi 'calo' amal. ''Berbuat bukan karena riya' tapi betul-betul lillahi ta'ala untuk beramal,'' ujarnya. Harapan Sukamto agaknya betul-betul dilakukan anggota pengajian. Buktinya, makin banyak saja mualaf baru yang menjadi anggota pengajiannya.
Google
"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja
Konsultasi Muallaf juga bisa dengan mendatangi langsung ke  :
  • Masjid Raya Mekar Indah Jl. Puspita II No. 1, Sektor Mekar Indah, Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Telp.021 8983 2007 (telp masjid) Tp yang mengangkat nanti takmir masjid dan  minta dihubungi/disambungkan ke Masruri Mohammad Asy'ari atau via FB ybs.
  • Mr. Gene Netto via blognya di http://genenetto.blogspot.com/ untuk janjiannya
  • Masjid Agung Sunda Kelapa setiap hari, jadwal dapat dilihat di sini
  • untuk wilayah tangerang bisa menghubungi Masjid Al-Karim, Bintaro dengan bapak Johansyah Reza di 0811 99 44 22
  • untuk wilayah bandung dan sekitarnya dapat menghubungi mualaf center Daarut Tauhid dengan Ibu Ummu Hanna di 0815 73 6666 59
  • untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dapat menghubungi Masjid Asy-Syifa di Jalan Pemuda, Rumah Sakit dr. Karyadi, Semarang dengan Ibu Sisian Indraswari di 0813 2500 8364
  • untuk wilayah Surabaya, sampai Gresik dapat menghubungi Bapak Harris di 0813 3031 4137
  • Masjid Al-Hidayah, Gandaria City Lantai. 4, untuk kontak silahkan ke Em Riza 0856 800 8400 atau ke Aisiyah Eiyin 083 8860 6606
Untuk wilayah kota lainnya dapat menghubungi  Steven Indra di 0817 910 5 900