Organisasi Mualaf
Monday, 24 November 2008 18:57
Bertempat di Gedung Plaza Nagari Pakubuwono Jakarta Selatan, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Pembina Iman Tauhid Islam atau akronim lain dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPW-PITI) DKI Jakarta masa bakti 2008-2013 Ahad (9/11) dikukuhkan. Hadir dalam pengukuhan sekaligus peresmian kantor DPW PITI DKI Jakarta tersebut, wakil ketua MPR RI Aksa Mahmud, sejumlah pejabat, dan ulama DKI Jakarta. Grup Nasyid Lampion yang terdiri dari anak-anak muda keturunan tampil menghibur pada acara tersebut.

Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf (muallaf), padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman dan sahabat yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga maupun saudara, karena perpindahan agama bukanlah perkara sederhana ! Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami menyediakan waktu untuk berbagi bagi calon mualaf ataupun mualaf, hubungi kami dengan email 



"Setelah seorang keturunan Tionghoa menjadi muslim, maka keadaannya sungguh berlainan. Antara si pribumi (yang umumnya beragama Islam) dan nonpri keturunan Tionghoa yang masuk Islam, terjalin suatu hubungan batin yang luar biasa menakjubkan. Persamaan agama, dalam hal ini Islam, menciptakan hubungan mesra dan mengharukan sebagai saudara seagama. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, arti dan nilai saudara sekandung tidak lebih besar dari saudara seagama. Bahkan, saudara sekandung bisa berbeda agama dengan segala konsekuensinya di akhirat. Sedangkan, saudara seagama sifatnya abadi di dunia maupun di akhirat." Junus Jahja